Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Belum Ada Sinergi Dakwah di Kawasan Lokalisasi

Senin 14 May 2018 14:13 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Dakwah

Dakwah

Foto: Dok. Republika
Sinergi antara ormas dan filantropi sangat diperlukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail, mengatakan sinergi antara organisasi masyarakat (ormas) dengan lembaga filantropi diperlukan dalam melaksanakan program dakwah di area lokalisasi. Namun, sinergi tersebut belum terlihat.

"Sinergi antara ormas dan filantropi sangat diperlukan. Karena para da'i perlu didukung biaya. Lembaga filantropi punya dana untuk mendorong para da'i," kata Ahmad saat dihubungi Republika.co.id, Senin (14/5).

(Baca: Indonesia Targetkan Bebas Lokalisasi di 2019)

Meski dilakukan dengan bekerja sama melalui ormas, namun Ikadi menurutnya memberikan kesempatan kepada semua anggotanya untuk berdakwah di area lokalisasi. Sedangkan melalui filantropi, Kiai Satori mengatakan kerja sama dilakukan melalui Badan amil Zakat Nasional (Baznas), yang programnya diberikan kepada Baznas daerah yang menghadapi masalah tersebut.

Sebagai pimpinan ormas, ia mengatakan merasa berkewajiban untuk berdakwah, termasuk mendakwahi tempat- tempat lokalisasi. Ia mengatakan, dalam program filantropi juga terdapat program dakwah. Dalam hal ini, Ahmad menuturkan Baznas juga memiliki para da'i Baznas yang tersebar di beberapa daerah.

(Baca Juga: Kemenag Bina Warga Lokalisasi di Batang dengan Bahasa Agama)

Jika ada kesempatan untuk berdakwah di lokalisasi, para da'i Baznas menurutnya akan melakukan hal baik dalam mengajak ke jalan yang benar atau pun untuk melakukan pembinaan terhadap mereka agar menjadi anggota masyarakat yang baik.

Ada beberapa hambatan dalam kegiatan dakwah di lokalisasi ini. Kiai Satori mengatakan, salah satu hambatan adalah dari para penduduk lokalisasi sendiri. Menurutnya, penduduk di lokalisasi umumnya belum siap menerima dakwah, apalagi dakwah melalui ceramah. Sedangkan dari sisi da'i, menurutnya, kebanyakan dari mereka belum mendapatkan informasi tentang kesempatan dakwah di kalangan mereka secara pasti.

Lihat Info Grafis:

Dari aspek program, dakwah melalui ceramah lisan dan penyadaran religi kurang dianggap bermanfaat oleh para warga lokalisasi. Dalam hal ini, ia mengatakan mereka membutuhkan pelatihan keterampilan yang membuat mereka mandiri secara ekonomi, seperti latihan menjahit, membuat kerajinan tangan, masak, dan sebagainya.

"Hal ini memerlukan da'i yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Da'i yang siap untuk ini jarang," tambahnya.

Selanjutnya dari aspek biaya, ia mengatakan lembaga filantropi diharapkan bisa mendukung program dakwah tersebut. Karena para da'i memerlukan biaya untuk melaksanakan kegiatannya.

Dalam pelaksanannya, ia mengatakan pendekatan dakwah difokuskan pada sisi keagamaan dan juga memperhatikan sisi ekonomi. Sehingga, para peserta dakwah memiliki bekal agar mereka mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan uang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES