Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Melatih Kedisplinan

Jumat 04 May 2018 21:00 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Seorang siswa SMA diajarkan disiplin oleh anggota saat mengikuti pendidikan bela negara di Markas Kodim 0712, Kabupaten Tegal, Jateng ( ilustrasi)

Seorang siswa SMA diajarkan disiplin oleh anggota saat mengikuti pendidikan bela negara di Markas Kodim 0712, Kabupaten Tegal, Jateng ( ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Ramadhan merupakan bulan untuk melatih diri kedisiplinan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, Ramadhan merupakan bulan untuk melatih diri kedisiplinan. Ia mencontohkan umat Islam dianjurkan tidak terlambat untuk berbuka puasa. Selain itu, di bulan penuh berkah tersebut, mereka juga dididik untuk saling berbagi kepada sesama. Sebab, pahala orang yang berbagi sama dengan orang yang berpuasa.

 

Kalau berhenti (bekerja) gara-gara puasa, namanya bukan latihan, tapi diam,ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id

 

Allah SWT, kata Kiai Cholil, pernah menunjukkan bahwa kekuatan orang yang berpuasa tidak terletak dari fisiknya. Akan tetapi, mereka kuat karena niat dan keiman annya. Oleh kerena itu, banyak peri- stiwa penting yang terjadi ketika Ramadhan. Dia mencontohkan, kemenangan umat Islam di Perang Badar dan deklarasi kemerdekaan Indonesia juga dilakukan pada momen bulan tersebut.

 

Kiai Cholil berpendapat bekerja juga bagian dari ibadah yang harus dilakukan oleh manusia. Jadi, gak perlu didikotomi,kata dia. Rasulullah, lanjutnya, sudah men- contohkan bagaimana latihan menyambut Ramadhan. Rasulullah melakukannya sebelum tiba bulan penuh ampunan tersebut. Misalnya, Rasulullah selalu melaksanakan puasa sunah antara lain Senin-Kamis.

 

Latihan-latihan tersebut membuat Rasulullah terbiasa ketika memasuki bulan Ra madhan dengan bekerja sambil berpuasa. Rasulullah kemudian tidak menjadikan puasa sebagai suatu beban. Jadi, kita kalau sudah biasa dan niat, maka puasa akan biasa saja, ujarnya.

 

Kiai Cholil mengingatkan, iman, niat, dan tekad yang kuat adalah persiapan utama dalam menyambut Ramadhan. Jika tiga hal tersebut menyatu, menurut Kiai Cholil, puasa akan dijalankan dengan menyenangkan. Jadi, puasa yang beban itu belum mendapatkan manisnya iman,katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES