Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Menara Masjid Raya Sumbar Dibuka untuk Umum

Ahad 22 Apr 2018 14:12 WIB

Red: Ani Nursalikah

Wisata religi ke Masjid Raya Sumatra Barat.

Wisata religi ke Masjid Raya Sumatra Barat.

Foto: Retno Wulandhari/Republika
Fungsi menara yang salah satunya direncanakan sebagai destinasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menara Masjid Raya Sumbar setinggi 85 meter akan dibuka untuk masyarakat yang ingin menyaksikan lansekap kota dan keindahan Pantai Padang dari ketinggian.

"Secara umum pembangunan menara ini telah selesai dan bisa digunakan. Tinggal finishing untuk memperindah," kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Mental pada Biro Bina Mental dan Kesra Sekretariat Provinsi Sumbar, Karimis di Padang, Ahad (22/4).

Ia menambahkan, itu terkait fungsi menara yang salah satunya direncanakan sebagai destinasi wisata di Sumbar. Meski sudah uji coba dan bisa digunakan, tetapi kemungkinan besar pembukaan menara untuk umum baru dilakukan akhir 2018 atau awal 2019 setelah proyek itu benar-benar selesai.

Masyarakat bisa memanfaatkan balkon tingkat dua, yang bisa dicapai menggunakan elevator untuk menikmati keindahan kota Padang. Sementara balkon tingkat tiga dikhususkan untuk melihat hilal.

"Sekarang kita sedang mempersiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) untuk penarikan restribusi terhadap masyarakat yang ingin naik. Hal itu untuk membantu biaya operasional terutama untuk biaya listrik elevator," jelasnya.

Dasar hukum itu penting agar pengutipan restribusi tidak dinilai sebagai pungutan liar dan peruntukannya juga jelas. Besaran restribusi juga belum ditetapkan dan akan dibahas terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait dan mendapatkan persetujuan gubernur.

Pembangunan menara Masjid Raya Sumbar senilai Rp 19,5 miliar itu rencananya selesai pada akhir 2017, tetapi terhitung 31 Desember 2017, pengerjaannya baru selesai 71 persen. Kontraktor PT Marlancho kemudian diberikan tenggat waktu 90 hari untuk menyelesaikan 29 persen sisa pekerjaan dengan nominal Rp 5,1 miliar namun harus membayar denda 1/mil setiap hari.

Dalam prosesnya BPK juga menemukan kelebihan pembayaran dan harus dikembalikan ke kas negara. Pada 2018, Pemprov Sumbar menganggarkan Rp 1,3 miliar untuk finishing menara diantaranya lansekap pelataran dan keramik tangga.

Salah seorang warga Padang, Rona mengaku penasaran ingin naik ke menara Masjid Raya Sumbar yang disebut sebagai titik tertinggi di tengah kota. Ia berharap menara itu segera selesai dan bisa dimanfaatkan.

"Tentu sangat indah melihat matahari terbenam pada sore hari dan kemilau lampu di malam hari," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA