Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Semua Suku Indonesia tak Bisa Dipisahkan dari Nilai Agama

Jumat 20 April 2018 18:29 WIB

Red: Agus Yulianto

Menag Lukman Hakim menjadi pembicara di Ngaji Kebangsaan di UIN Walisongo

Menag Lukman Hakim menjadi pembicara di Ngaji Kebangsaan di UIN Walisongo

Foto: dok. Kemenag.go.id
Indonesia meletakan agama pada posisi strategis dalam ikut menata kehidupan berbangsa

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menag Lukman Hakim Saifuddin mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dengan menjadi pembicara di gelaran Ngaji Kebangsaan 'Mengasah Jati Diri Indonesia' di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Menag tiba di Kampus UIN Walisongo sekitar pukul 14.00 WIB didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jateng Farhani, Rektor UIN Walisongo Muhibbin dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda, Jumat (20/4). 

 

Ngaji Kebangsaan bersama Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Rektor UIN Walisongo Muhibbin ini dihadiri seribuan mahasiswa di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo. Tampak hadir juga, para Kakankemenag Kab/Kota se Jawa Tengah, perwakilan Pemprov Jateng dan segenap civitas akdemika UIN Walisongo Semarang. 

 

Ngaji Kebangsaan di UIN Walisongo ini dimoderatori Wakil Rektor I UIN Walisongo Musahadi. Gelaran diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaaan ayat suci Alquran, doa dan penampilan pagelaran seni Islami dari mahasiswi UIN Walisongo.

 

Lukman mengatakan, Indonesia meletakan agama pada posisi strategis dalam ikut menata kehidupan berbangsa. Sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum bangsa merdeka, kehidupan semua etnis dan suku di nusantara, di manapun wilayah geografisnya, diwarnai dengan nilai-nilai agama. 

 

"Kita bisa sebut mulai dari Aceh, Batak, Minang, Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Papua dan etnis lainnya tidak bisa terpisahkan dengan nilai-niai agama. Selain itu semua kearifan lokal di nusantara memiliki rujukan pada nilai-nilai agama. Tidak ada kearifan lokal yang tidak bisa dirujuk dengan nilai agama, terlepas apapun agamanya di Indonesia," ujar Lukman.

 

Rektor UIN Walisongo Muhibbin dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan semua pihak yang ikut mensukseskan Ngaji Kebangsaan. "Mudah-mudahan Ngaji Kebangsaan ini akan memberikan manfaat bagi kita semua dalam mencintai bangsa dan negara," kata Muhibbin.

 

Sebelumnya, pada 11 April 2018, Menag Lukman Hakim juga menggelar acara sejenis di UIN Sumatera Utara. Menag menjadi host Mengasah Jati Diri (Mengaji) Indonesia yang mengusung tema 'Kita Berindonesia, Kita Berbudaya'. Mengasah Jati Diri Indonesia (Mengaji) merupakan program strategis Kementerian Agama dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah masyarakat dengan kemasan berbeda.

 

Sumber : kemenag.go.id
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES