Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Dakwah dan Bahasa Arab tidak Bisa Dipisahkan

Kamis 05 Apr 2018 06:47 WIB

Red: Irwan Kelana

Mahasiswa S2 Ilmu Dakwah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh,  melaksanakan sidang tesis dalam bahasa Arab, Rabu (4/4).

Mahasiswa S2 Ilmu Dakwah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaksanakan sidang tesis dalam bahasa Arab, Rabu (4/4).

Foto: Dok UIN Ar-Raniry
Mahasiswa S2 Ilmu Dakwah UIN Ar-Raniry sidang tesis berbahasa Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Munzir, mahasiswa program pasca sarjana (S2) Ilmu Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengikuti Sidang Munaqasyah Tesis yang berjudul “Assalibul Khitab Ad Da'wi” dengan menggunakan bahasa Arab. Sidang tersebut  berlangsung di ruang sidang III UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (4/4/2018).

Muzir mengatakan, alasan ia menulis tesis tenang Pola Pesan Dakwah dalam Al-Quran, Kajian Terhadap Ayat-ayat Dakwah yang ada Dalam Al-Quran Menurut Tafsir Ibnu Katsir adalah untuk membuat perpaduan antara dakwah dan bahasa Arab.

"Saya sebenarnya tertarik untuk memadukan, membuat perpaduan  bahasa Arab dengan dakwah. Sebelumnya mahasiswa Ilmu Dakwah belum ada yang mencoba menulis dalam bahasa Arab. Menurut saya, dakwah dan bahasa Arab tidak bisa dipisahkan, harus sejalan," kata Munzir dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (4/4).

Sidang tesis ini diuji oleh Dr Fauzi Saleh MA (ketua), Dra Hamdiah A Latif MA (sekretaris), Dr Ismail Muhammad MA (anggota), Moch Fajarul Falah MA PhD (anggota), Dr Abizal M Yati Lc MA (anggota) dan Dr Nurkhalis Sofyan MA (anggota).

Ketua pimpinan Sidang Munaqasyah, Dr Fauzi Saleh MA mengatakan, ujian ini adalah salah satu kebanggaan pihaknya kepada penulis, karena dia adalah orang pertama yang menulis Tesis Ilmu Dakwah dalam Bahasa Arab.

"Ini merupakan salah satu kebanggaan kita kepada beliau, karena termasuk pertama yang menulis dari prodi ini dalam bahasa Arab. Kemudian mendapatkan 'itiraf dari penguji," katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi penulis karena sudah berani menulis tesis dalam bahasa Arab, walaupun dia bukan mahasiswa dari prodi bahasa.

"Munzir dapat menjawab pertanyaan dengan bagus, dengan bahasa yang bagus dan alhamdulillah memuaskan," ujarnya lagi.

Ketua Prodi S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry, Dr Abdul Rani Usman, MSi juga memberikan apresiasi kepada Munzir karena sudah menulis tesis dalam bahasa Arab.

"Saya merasa bangga. Saya menyarankan kepada dia untuk menulis tesis dalam bahasa Arab, dia termotivasi dan akhirnya menulis tesis dalam bahasa Arab," ujarnya.

Penulisan tesis dalam bahasa Arab, kata Rani merupakan salah satu upaya  untuk mengembangkan prodi S2 KPI agar mampu bersaing di tingkat internasional dan juga dapat menunjukkan kualitas mahasiswa.

"Silakan mahasiswa bagi yang mampu berbahasa Arab, Inggris, Mandarin dan bahasa asing lainnya, agar menulis tesisnya dalam bahasa tersebut. Agar masyarakat tahu bagaimana kualitas mahasiswa S2 KPI," ujarnya lagi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA