Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Sesalkan Puisi Sukmawati

Anton: Sukmawati Gagal Pahami Akidah Iman Islamnya

Selasa 03 Apr 2018 13:53 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus Yulianto

Sukmawati Sukarnoputri

Sukmawati Sukarnoputri

Foto: Edwin/Republika
Jika tidak tahu syariat Islam, maka belajarlah bukanlah malah melecehkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo menyesalkan isi puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Sebab, puisi tersebut sudah melecehkan perasaan Umat Islam dan berpotensi menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah bangsa Indonesia yang majemuk. Isi puisi itu di antaranya menyinggung mengenai azan dan cadar.

"Kita prihatin kenapa ada keluarga tokoh proklamator yang gagal memahami akidah Iman Islamnya sebegitu parah ya? Tahun lalu Mbakyunya (Megawati Soekarnoputri) berpidato resmi PDI Perjuangan, dalam pidatonya dia heran pada orang-orang yang mempercayai ada kehidupan setelah mati," kata Anton, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/4).

Baca Juga: Soal Sukmawati, Yusuf Mansur: Tak Ada Lebih Indah dari Azan

Kini, kata Anton, Sukmawati juga dinilai melecehkan syariat yang sangat dimuliakan dan dihormati Umat Islam, yaitu azan. Saking mulianya, Nabi Muhammad SAW melarang bicara ketika mendengar azan dikumandangkan. "Dalam sabdanya yang masyhur, "Siapa yang bicara ketika mendengar azan dikumandangkan ia akan kepayahan ketika sakaratul maut," tambahnya.

Bahkan, tokoh-tokoh juga ilmuwan-ilmuwan Barat saja banyak yang kagum dengan azan tanda waktunya umat Islam. Hebatnya lagi, di antara mereka menjadi mualaf. Di antaranya, pakar matematika, Garry miller. Kemudian sutradara Amerika Serikat ternama pemenang Academy Award, Morgan Freeman yang menyatakam bahwa azan tanda waktu masuk shalat adalah suara terindah di dunia yang ia dengar.

Anton menyarakan kepada Sukmawati, jika tidak tahu syariat Islam, maka belajarlah bukanlah malah melecehkan. Mungkin, Anton menduga, karena tidak percaya adanya Allah SWT atau adanya akhirat. "Indonesia berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan setiap warga negaranya wajib beragama dan menjalankan ajaran agamanya sesuai kitab sucinya," ucapnya.

Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Baca Juga: Dear Ibu Indonesia

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA