Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Presiden: Tularkan Kerukunan di Indonesia kepada Dunia

Jumat 23 Mar 2018 08:54 WIB

Red: Agus Yulianto

Presiden Jokowi minta umat Islam Indonesia menularkan pengalamannya kepada dunia (Foto: Istimewa)

Presiden Jokowi minta umat Islam Indonesia menularkan pengalamannya kepada dunia (Foto: Istimewa)

Foto: foto: istimewa
Indonesia sekarang ini menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk menularkan kerukunan di Indonesia ke berbagai Negara di dunia. "Kita harus menularkan pengalaman berharga umat Islam Indonesia kepada dunia dalam menjaga kerukunan, dalam menjaga persatuan, dalam menjaga perdamaian di bumi Allah SWT," kata Presiden, Kamis (22/3).

Pesan ini Presiden sampaikan saat bersilaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Istana Negara, Jakarta. Selain peserta dan dewan hakim, hadir juga Pangeran Khaled Bin Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Untuk Indonesia Syekh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, dan para duta besar dan perwakilan negara sahabat. Ikut mendampingi Presiden, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurut Presiden, Indonesia sekarang ini terus menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan. "Indonesia memiliki 714 suku, lebih dari 1.100 bahasa daerah, tetapi bisa tetap rukun dan bersatu," ucapnya.

Pelaksanaan musabaqah sendiri, menurut Presiden, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan acara biasa. Sebab, musabaqah adalah wahana untuk memacu pengembangan tilawah, hafalan, serta pendalaman isi Alquran.

"Sebagai umat Muslim kita harus selalu mengingat bahwa Alquran diturunkan kepada kita untuk menjadi pedoman. Pedoman yang harus kita baca, kita pahami, kita hayati, dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menempuh jalan yang diridoi Allah, jalan yang penuh cinta damai, saling tolong menolong dan penuh persatuan," katanya.

Presiden juga mengingatkan kepada seluruh qori/qoriah, hafiz/hafizah, mufasir/mufasirah agar terus mensyiarkan dan mengamalkan ajaran Alquran di luar acara ini.  "Kita semua harus membangun kemanusiaan yang adil yang beradab, tidak membentak anak yatim, peduli pada fakir miskin, cinta saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air, serta menyayangi seluruh kehidupan di bumi Allah ini. Supaya seluruh Indonesia, seluruh Asia, dan seluruh dunia benar-benar melihat dan merasakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin," lanjutnya.

Presiden mengatakan, agar setiap acara musabaqah Alquran dan hadis ini dapat terasa jejak dan manfaatnya dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Selain itu, Presiden juga berpesan agar umat Islam tidak mudah terjebak fitnah dan hasutan kebencian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA