Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Ombudsman Mulai Periksa Rektorat IAIN Bukittinggi

Kamis 22 Maret 2018 00:17 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Agus Yulianto

Dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri yang terpaksa libur mengajar karena keputusannya bercadar. Hayati saat mengikuti wisuda doktor di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (16/3). Wisuda juga dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Dosen IAIN Bukittinggi Hayati Syafri yang terpaksa libur mengajar karena keputusannya bercadar. Hayati saat mengikuti wisuda doktor di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (16/3). Wisuda juga dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Foto: Humas UNP
Fokus pemeriksaan pada dugaan maladministrasi dalam proses penjatuhan sanksi.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Tim Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat mulai melakukan pemeriksaan terhadap rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi pada Kamis (22/3). Pelaksana Tugas Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, mengungkapkan bahwa timnya saat ini sudah berada di Bukittinggi untuk bersiap melakukan rangkaian persiapan mulai besok. Pemeriksaan terhadap rektorat IAIN Bukittinggi terkait laporan Hayati Syafri, seorang dosen yang diminta libur mengajar karena keputusannya dalam mengenakan cadar.

Adel mengungkapkan, pemeriksaan akan dilakukan terhadap Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dewan Kehormatan, dan Rektor IAIN Bukittinggi sendiri. "Kami fokus pada pemeriksaan dugaan maladministrasi dalam proses penjatuhan sanksi teguran tertulis dan pelarangan sang dosen dalam melakukan tugas akademik oleh IAIN Bukittinnggi," ujar Adel, Rabu (21/3).

Sebelumnya pada Rabu (14/3), suami dari Hayati, yakni Zulferi, mendatangi Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat untuk menyampaikan laporan terkait kebijakan tentang cadar yang dijalankan IAIN Bukittinggi. Asisten Ombudsman Sumbar, Yunesa Rahman, menyebutkan bahwa pelapor menyayangkan sikap kampus yang tidak memberikan kesempatan mengajar bagi Hayati selama semester ini. Bahkan, lanjut Yunesa, sanksi yang diterima Hayati hanya disampaikan secara lisan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES