Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Pesan Ketua Umum Persis di Silaturahim Akbar

Sabtu 24 Februari 2018 10:46 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum PP Persis KH Aceng Zakaria.

Ketua Umum PP Persis KH Aceng Zakaria.

Foto: Darmawan/Republika
Umat Islam di seluruh Indonesia harus saling menjaga dan memberikan keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Keluarga besar Persatuan Islam menggelar silaturahim akbar di Monumen Perjuangan, Sabtu (24/2). Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Aceng Zakaria berharap, pelaksanaan silaturahim akbar keluarga besar Persis bisa semakin mempererat kesatuan dan persatuan antar umat Islam dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Pesannya (di acara Silaturahmi Akbar) mempererat kesatuan, persatuan antar umat Islam dan mendukung kebijakan pemerintah," ujarnya kepada wartawan di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Jawa Barat. Selain itu, katanya, diharapkan kerja sama terjalin dengan pemerintah.

Menurutnya, umat Islam di seluruh Indonesia harus saling menjaga dan memberikan keamanan antar umat Islam. Katanya, saat ini banyak keresahan yang dirasakan oleh para ustaz diberbagai daerah.

"Ada keresahan yang dirasakan (ustaz) di Jawa Barat yang menganggu keamanan mereka. Katanya, rata-rata berasal dari orang gila," ungkapnya.

Puluhan ribu anggota Persatuan Islam (Persis) berkumpul di Monumen Perjuangan (Monju), Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (24/2). Mereka tengah melaksanakan aksi merespons kasus penganiayaaan terhadap ulama dan ustaz sekaligus silaturahim akbar keluarga besar Persis.

Berdasarkan pantauan, kawasan Monumen Perjuangan terus dipadati anggota Persis, simpatisan, santri pesantren. Kader yang hadir berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia diantaranya yang terlihat dari Sumedang dan Bandung Raya.

Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim mengatakan kegiatan silaturahmi akbar dilaksanakan bertujuan untuk menyolidkan jamaah Persis, memperkuat silaturahmi dan solidaritas. Sekaligus merespon rentetan peristiwa penganiayaan yang terjadi kepada ulama dan ustaz.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES