Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Mengapa Doa Orang Teraniaya Harus Diwaspadai?

Jumat 23 Feb 2018 10:28 WIB

Red: Irwan Kelana

Ustaz Taufiqurrohman SQ.

Ustaz Taufiqurrohman SQ.

Foto: Dok SBBI
Doa orang kafir yang teraniaya dikabulkan Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Rasulullah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sampai berbuat zalim. Bukan hanya kepada sesama Muslim, akan tetapi juga kepada kepada orang-orang kafir (non-Muslim).

“Waspadailah doa orang teraniaya, sebab doanya dikabulkan Allah,” kata Ustaz Taufiqurrohman SQ saat mengisi pengajian guru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Ustaz Taufiqurrohman lalu mengutip hadits Rasulullah SAW, “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” (HR Ahmad)

Ia menjelaskan, kezaliman dibagi  dua, yakni menzalimi diri sendiri (syirik,perbuatan dosa /maksiat), dan menzalimi orang lain (menyakiti perasaan orang lain). “Allah menegaskan dalam sejumlah ayat dalam Alquran tentang larangan dan akibat perbuatan zalim,” ujar Taufiqurrohman.

Ia lalu menyebutkan beberapa ayat Alquran tentang larangan dan akibat perbuatan zalim.  Pertama, Allah menyediakan tempat tidur tikarnya dari api neraka. Kedua, Allah akan membinasakan kota-kota yang banyak penduduknya  berbuat maksiat.

Ketiga, Allah telah membinasakan umat-umat terdahulu yang berbuat maksiat. “Keempat, manusia yang selalu melampaui batas dalam segala aspek yang tidak sesuai hukum syar’i,” tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA