Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Desainer Busana Muslim dari Solo Ikuti London Fashion Week

Rabu 14 February 2018 11:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) didampingi perancang busana, Tuty Adib menunjukkan busana calon menantunya Selvi Ananda Putri untuk sesi foto prewedding dengan Gibran Rakabuming Raka di Butik Tenun Lurik Solo Gaiya di Jalan Pakel, Laweyan, Solo, Jawa

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) didampingi perancang busana, Tuty Adib menunjukkan busana calon menantunya Selvi Ananda Putri untuk sesi foto prewedding dengan Gibran Rakabuming Raka di Butik Tenun Lurik Solo Gaiya di Jalan Pakel, Laweyan, Solo, Jawa

Foto: Antara/Maulana Surya
Ia akan angkat tema kekayaan kain tradisional yang sarat makna.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --- Desainer busana muslim asal Solo, Tuty Adib menjadi salah satu dari lima desainer Indonesia yang terpilih mengikuti Fashion Scout di London Fashion Week 2018. Ia bersama empat desainer lainnya, yakni Jenny Cahyawati, Ratu Sofia, Lia Afif, dan Dara Bira, akan mengikuti pameran busana dari desainer-desainer ternama dunia yang akan dihelat mulai 16-20 Februari.

Tuty menjelaskkan, ia bersama empat rekannya yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer telah menyiapkan konsep busana yang bakal ditampilkan di London Fashion Week. Busana tersebut akan mengangkat tema kekayaan wastra atau kekayaan kain tradisional yang sarat makna.

"Ini kesempatan pertama bagi Indonesia mengikutinya, kita mulai show Jumat dan kita akan mengangkat keindahan dan kekayaan wastra," kata Tuty Rabu (14/2).

Di ajang tersebut, Tuty yang juga menjadi perancang busana saat pernikahan putri Presiden Joko Widodo, akan mengeksplorasi kekayaan tenun balaipanjang dari Payakumbuh. Tuty menuturkan, akan menampilkan baju kurung atau Basiba, yakni busana tradisional dari Minangkabau yang di padukan dengan kerudung Tangkuluak.

Basiba, kata Tuty, punya keunikan tersendiri sebab busana tersebut punya ciri khas dengan garis-garis patah di samping lengan berbentuk segitiga. Menurutnya tenun Payakumbuh belum banyak diketahui orang sehingga iia kepincut untuk memperkenalkannya pada dunia.

Lebih lanjut, Tuty mengatakan, London Fashion Week jadi kesempatan besar untuk Indonesia memperkenalkan kekayaan ragam Indonesia melalui busana. Meski awalnya sempat ragu, akhirnya Tuty pun membulatkan tekad untuk mengikuti ajang tersebut.

"Infonya memang sangat mendadak, saya mulanya tak akan ikut, tapi setelah pikir-pikir ini kesempatan untuk menunjukan kekayaan nusantara," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES