Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Soal Penyerangan, Kiai Maruf: Utamakan Prinsip Tabayyun

Selasa 13 February 2018 16:55 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Agung Sasongko

Warga mebersihkan gereja pascapenyerangan yang dilakukan oleh seorang pria dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja St. Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (12/2).

Warga mebersihkan gereja pascapenyerangan yang dilakukan oleh seorang pria dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja St. Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (12/2).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Kiai Maruf berpesan agar masyarakat cek dan ricek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin meminta umat Islam tidak mudah terpancing dalam peristiwa penyerangan ustaz dan gereja. "Kami meminta masyarakat tidak terprovokasi, jangan bertindak sendiri-sendiri," ujarnya di kantornya, Jakarta, Selasa (13/2).

Kiai Maruf pun meminta masyarakat menggunakan prinsip tabayyun (klarifikasi) dalam menyampaikan berita, karena menyebar berita bohong atau hoax merupakan dosa besar.

"Jangan mudah percaya berita harus dicek dan ricek, harus di-tabayyun benar atau tidak," ungkapnya.

Menurutnya, apabila ada keresahan umat Islam dalam mendengar isu keagamaan yang menimbulkan kegaduhan maka dihimbau bisa melaporkan ke lembaga keagamaan seperti MUI.

"Ada lembaga, ada MUI maka salurkan, kami juga bisa mendesak pemerintah karena MUI akan melakukan untuk kebaikan umat," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 August 2018, 09:58 WIB