Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Menag Ingatkan Pentingnya Manuskrip Nusantara

Sabtu 10 Feb 2018 13:04 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Esthi Maharani

Gedung Kementerian Agama

Gedung Kementerian Agama

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Mimpi besar Kemenag adalah mewujudkan Pusat Kajian Manuskrip Nusantara

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama untuk segera menyiapkan naskah akademik terkait pendirian Pusat Kajian Manuskrip Nusantara.

"Mimpi besar kita mewujudkan Pusat Kajian Manuskrip Nusantara," kata Menag dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Sabtu (10/2).

Menurut Menag, tidak semua orang mengetahui dan peduli dengan manuskrip padahal manuskrip memiliki nilai sangat unik, langka dan memiliki makna yang sangat besar. Ia mengatakan Kemenag memiliki kepedulian terhadap manuskrip khususnya manuskrip keagamaan nusantara.

"Kita melangkah ke depan karena kita memiliki masa lalu dan masa lalu itu sangat penting layaknya manuskrip. Jadi harus ada skala prioritas untuk tahun 2018 ini demi mewujudkan mimpi pusat kajian manuskrip nusantara," ujar Menag .

Tujuan didirikannya Pusat Kajian Manuskrip Nusantara, diantaranya memperkuat kecintaan pada tanah air dan memiliki semangat sebagai bangsa yang berperadaban luhur sebagai modal utama mengokohkan jatidiri dan karakter bangsa.

Sementara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama, Muhammad Zain menambahkan memfasilitasi preservasi warisan budaya terdokumentasi menggunakan ketentuan yang paling sesuai, termasuk menyediakan bantuan langsung berupa saran atau tenaga ahli, hingga mencarikan sponsor untuk kegiatan preservasi.

"Serta memfasilitasi akses yang universal terhadap warisan budaya terdokumentasi, termasuk mempermudah akses dengan bentuk digital dan katalog internet, maupun publikasi-publikasi yang berkaitan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA