Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Pelajaran Kaum Sodom

Senin 22 January 2018 05:30 WIB

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Agung Sasongko

Bab-Edh-dhra, lokasi ditemukannya reruntuhan kota Sodom dan Gomoroh

Bab-Edh-dhra, lokasi ditemukannya reruntuhan kota Sodom dan Gomoroh

Kaum Luth mendustakan peringatan akan prikaku menyimpang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) men dapat penolakan keras dari masyarakat Indo nesia. Keberadaannya dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya. Populasinya pun disebut-sebut terus meningkat. Pada 2017, banyak kasus yang berkaitan dengan aktivitas LGBT. Misalnya, penggerebakan pesta seks gay di Kelapa Gading, Jakar ta Utara, dan di Kawasan Ruko Plaza Harmoni, Jakarta Pusat. Para LGBT juga disebut-sebut se dang berjuang agar keberadaan mereka diakui di Indonesia, se hingga mendapatkan perlindung an secara hukum.

Ustaz Bobby Heri Wibowo mem bahas terkait bahaya LGBT dalam kajian bakda Maghrib di Masjid al-Hakim, Taman Men teng, Jakarta, belun lama ibu, Ia me minta umat Muslim agar berhatihati dan melawan bersama-sama. Ustaz Bobby mengatakan, Allah SWT telah memberikan peringatan keras kepada manusia agar menjauhi perilaku LGBT. Dalam beberapa ayat alquran telah banyak dikisahkan tentang ancaman bagi orang-orang LGBT.

Kelompok ini, kata Ustaz Bob by, mempunyai perilaku yang ti dak mencerminkan sebagai ma nu sia. Karenanya mereka meru pa kan orang yang dimasukkan ke neraka jahannam oleh Allah. "Ma nusia yang masuk ke Jahan nam, dia lebih hina daripada he wan ternak," ujar Ustaz Bobby.

Kisah kaum Nabi Luth dan kaum sodom bisa dijadikan pelajaran tentang akibat dari perilaku LGBT. Sebab, Nabi Luth berpandangan bahwa perilaku sodom merupakan perbuatan yang tidak masuk akal. Sebab itu, Allah memerintahkan Nabi Luth untuk memperingatkan mereka agar meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya. surah al-Qamar ayat 33-36 berbunyi, "Kaum Luth pun telah mendustakan peringatan itu (33), Sesung guhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa ba tu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing (34), sebagai nikmat dari kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orangorang yang bersyukur (35). Dan sungguh, dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan hu kum an Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku (36)."

Ayat Alquran tersebut, Ustaz Bobby menegaskan, ancaman Allah sangat jelas kepada perilaku LGBT. Allah telah membuktikan ancamannya dengan azab yang tidak masuk akal diturunkan kepada kaum sodom.

Dari ayat itu, Ustaz Bobby men jelaskan, kelompok LGBT dari dahulu enggan untuk menerima nasihat. Mereka akan selalu berpandangan bahwa yang dila kukannya benar. "Ancaman aga ma mereka enggak percaya. Ya balasan Allah enggak masuk akal juga," kata Ustaz Bobby.

Surah Adz-Dzariyat ayat 31- 37 juga mengisahkan tentang Na bi Luth dan kaum sodom. Firman tersebut berbunyi, "Dia (Ibrahim) berkata: 'Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan'. Me reka menjawab: 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth)'. Agar kami menimpa mereka dengan batubatu dari tanah (yang keras).

Yang ditandai dari Tuhanmu un tuk membinasakan orang-orang yang melampui batas. Lalu Kami keluarkan orang-orang yang ber iman yang berada di dalamnya (negeri kaum Luth) itu. Maka ka mi tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang Muslim (Luth). Dan Kami tinggalkan pa danya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih."

Dua ayat tersebut merupakan peringatan kepada umat Muslim saat ini agar serius melawan ke lompok LGBT dengan memperi ngatkan kepada mereka. Umat Muslim harus menyadari dan pe ka terhadap pergerakan LGBT. "Yuk, protek bareng-bareng. Enggak boleh pura-pura enggak tahu. Ayo rame-rame ingetin. Ka lian merusak masa depan kami," tuturnya.

Mencegah berkembangnya ke maksiatan, lanjut dia, merupa kan kewajiban setiap individu. Sa lah satunya dengan saling mengingatkan dan meningkatkan ketaatan kepada Allah. Pasalnya, dengan meningkatkan ketataan akan berdampak terhadap menurunya kemaksiatan.

Kajian ini diikuti oleh puluh an jamaah shalat Maghrib dan Isya. Mereka mendengarkan sak sa ma penjelasan dari Ustaz Bob by terkait LGBT. Salah seorang ja maah, Ismail, menilai, kajian de ngan tema LGBT akan meng ingat kan kepada masyarakat agar lebih mewaspada. Sebab, seperti yang dijelaskan oleh Ustaz Boby, kata Ismail, Allah akan membe rikan azab yang besar bagi mere ka. "Dari ustaz bisa memberikan pemahaman ayat alquran tentang ini (LGBT)," kata Ismail kepada Republika di sela-sela kajian.

 

Ismail berharap bisa menjaga diri dan keluarganya untuk tidak bergabung dengan kelompok LGBT. Ia juga berharap kelompok tersebut segera bertobat dan tidak berkembang di Indonesia. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 August 2018, 09:58 WIB