Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Keluarga Muslim Penjaga Gereja Makam Suci Yerusalem

Rabu 27 December 2017 06:07 WIB

Red: Muhammad Subarkah

 Wajeeh Nuseibeh.

Wajeeh Nuseibeh.

Foto: http://theholyoaksintheholyland.blogspot.co.id

Oleh: Dian Widiyanarko, Penulis Masalah Sosial

Gereja Makam Kudus atau Gereja Makam Suci atau Sanctum Sepulchrum atau Church of the Holy Sepulchre di Yerusalem adalah gereja suci umat Kristen.

Gereja ini diyakini dibangun di atas bukit Golgotha, tempat Yesus Kristus alias Isa Al Masih disalib, dimakamkan, dan bangkit kembali. Karena itu gereja ini begitu penting bagi umat Kristen. Namun uniknya penjaga gereja ini adalah keluarga Muslim turun temurun selama berabad=abad.

Ketika Kalifah Umar bin Khathab RA menguasai Yerusalem pada tahun 638 M. Patriak Yerusalem Sophronius mengajaknya tour keliling Yerusalem termasuk ke Gereja Makam Kudus. Saat itu masuk waktu shalat dan Sophronius mempersilahkan Umar shalat di dalam gereja itu. Namun Umar menolak karena khawatir di kemudian hari gereja itu dijadikan masjid oleh umat Islam karena Umar pernah sholat di sana.

Pada kunjungannya ke Yerusalem itu Umar juga menugaskan seorang prajuritnya untuk menjaga gereja tersebut. Lalu prajurit dan keturunannya kemudian turun temurun menjadi juru kunci gereja itu.

Orang di foto ini adalah Wajeeh Nuseibeh, juru kunci Gereja Makam Kudus keturunan prajurit Umar yang saat diwawancara Time 2006 lalu berusia 55 tahun.

Keluarga Muslim yang menjaga gereja ini penting, sebab fungsinya bukan sebagai penguasa, namun menjadi “wasit” yang adil bagi setidaknya tujuh sekte Kristen yang saling memperebutkan Gereja Makan Kudus itu. Tiga terbesar di antaranya Katolik Roma, Yunani, dan Armenia, masing-masing meletakkan patung-patung malaikatnya di dalam gereja.

Dalam wawancara dengan Time Wajeeh mengaku hanya digaji sekitar Rp 45 ribu per bulan oleh masing-masing sekte. Total per bulan dia hanya menerima sekitar Rp 315 ribu per bulan untuk mengurusi tempat itu. Meski gaji tak seberapa, dan sering dihardik peziarah karena dia Muslim, namun dia tak peduli dan tetap menjaga dan merawat tempat tersebut dengan serius karena itulah adalah pekerjaan warisan keluarganya secara turun-temurun.

Wajeeh dan keluarganya dulu punya ladang-ladang zaitun yang luas. Tapi semua musnah setelah Israel mencaploki dan menjajah wilayah Palestina.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES