Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

25 Atau 27 Derajat Pahala Shalat Berjamaah Ini Penjelasannya

Selasa 28 November 2017 04:00 WIB

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto

 Seorang ibu yang menggendong anaknya menangis saat melakukan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).

Seorang ibu yang menggendong anaknya menangis saat melakukan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, Shalat merupakan salah satu dari rukun Islam. Oleh sebab itu dengan kedudukan shalat sebagai asas Islam, sangat penting bagi seorang Muslim dalam memperhatikan urusan shalat. Sebagaimana Rasulullah SAW menegaskan pentingnya shalat, terlebih shalat berjamaah.

Dari Ibnu Umar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i-At-Targhib).

Dikutip dari buku yang berjudul “Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zkariyya al-Kandahlawi Rah.a. bahwa dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat seorang laki-laki dengan berjamaah digandakan 25 kali dibanding shalatnya di rumahnya atau di pasarnya. Demikian itu karena jika seseorang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke masjid semata-mata untuk shalat (berjamaah), maka ia tidak melangkah satu langkah kecuali ditinggikan baginya satu derajat dan dihapuskan baginya satu kesalahan.

Jika ia shalat, maka malaikat selalu bershawalat untuknya selama ia di tempat shalatnya tanpa berhadats, ‘Ya Allah, limpahilah kesejahteraan baginya. Ya Allah, rahmatilah ia.’ Dan ia dianggap terus-menerus shalat selama menunggu shalat.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah-At-Targhib)

Telah disebutkan dalam hadis pertama bahwa keutamaan shalat berjamaah adalah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian. Sedangkan, dalam hadis ini disebutkan hanya 25 lima kali. Banyak ulama yang membicarakan hal ini sehingga tampaknya bertentangan. Adapun penjelasannya adalah; Perselisihan antara 25 dan 27 adalah menurut perbedaan dari setiap keadaan. Sebagian ulama berpendapat bahwa perbedaan ini terdapat dalam shalat Sirri (Zhuhur dan Ashar), yaitu berpahala 25 kali, sedangkan shalat Jahri (Subuh, Maghrib, dan Isya) berpahala 27 kali.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa pahala 27 derajat itu untuk shalat Isya dan Shubuh. Sebab, shalat berjamaah pada kedua waktu tersebut lebih berat daripada shalat lainnya. Sebagian ulama menerangkan bahwa berdasarkan hadis lain, Allah SWT senantiasa menambah kenikmatan umat ini, bisa saja dari 25 pahala ditambah menjadi 27 pahala.

Adalagi sebuah penjelasan yang lebih menakjubkan, bahwa hadis mengenai pahala 25 itu bukan sebagai tambahan, tetapi sebagai kelipatan 25. Dengan hitungan ini, maka satu shalat akan menghasilkan pahala 33.554.432 derajat. Bagi Allah SWT pahala sejumlah itu  bukan apa-apa, dan jika dihubungkan dengan shalat yang ditinggalkan dengan dosanya satu huqub atau setara dengan 80 tahun.

Ada sebuah kisah dari Muhammad bin Sima’ah rah.a, beliau adalah ulama masyhur yang merupakan murid dari imam Muhammad rah.a dan Abu Yusuf rah.a. Beliau meninggal pada usia 103 tahun. Dalam usia setua itu ia masih mampu shalat sunah dua rakaat setiap hari. Selama empat puluh tahuh ia tidak pernah tertinggal takbiratul ula bersama imam kecuali satu kali, yaitu ketika ibunya wafat.

Ia berkata, “Suatu ketika, saya tertinggal shalat berjamaah. Untuk menembus pahala sahalat berjamaah 25 derajat, saya shalat 25 kali. Kemudian di dalam tidur saya bermimpi ada seorang yang berkata kepada saya, “Wahai Muhammad, walaupun engkau shalat 25 kali, engkau tetap tidak akan mendapat amin malaikat.”

Maksud amin malaikat adalah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam banyak hadits, bahwa jika imam selesai membaca Al-Fatihah lalu membaca amin, maka para malakat ikut mengamininya. Dan jika seorang makmum membaca amin bersamaan dengan amin para malaikat, Allah akan mengampuni seluruh dosanya.

Maulana Abdul Hay rah.a mengatakan, bahwa kisah di atas menunjukkan pahala shalat berjamaah tidak dapat disaingi oleh pahala shalat sendirian, walaupun dengan shalat seribu rakaat. Amin malaikat, pahala mengikuti jamaah, apalagi diambil dengan doa mereka setelah shalat berjamaah akan menghasilkan pahala yang sangat besar. Demikianlah di antara keutamaan shalat berjamaah. Wallahualam

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES