Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Makan Berjamaah Ala Rasul, Ini Manfaatnya

Senin 30 Oct 2017 10:05 WIB

Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto

Makan bersama beralaskan daun pisang (Ilustrasi)

Makan bersama beralaskan daun pisang (Ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, Makan berjamaah atau berkelompok adalah cara makan yang disunahkan dan lebih mengikuti Rasulullah SAW. Makan secara bersama-sama ini  dapat mendatangkan keberkahan. Selain itu dapat menjalin kekerabatan dan kekompakkan antarsesama.

Dikutip dari buku yang berjudul “ 20 Amalan Pelancar Rezeki” karya Abu Ibrahim, bahwa makan secara berjamaah juga dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang selalu merasa lapar. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyarankan makan secara berjamaah kepada orang yang makan tetapi tidak pernah merasa kenyang.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau  bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (H.R. Abu Daud)

Dalam dunia bisnis atau kerja bahkan dalam lingkup keluarga, makan berjamaah atau bersama-sama membuat hubungan menjadi semakin akrab antara sesam. Inilah cara makan yang lebih mendatangkan berkah karena makanan satu orang sebenarnya cukup untuk dua orang, dan makanan untuk dua orang cukup untuk empat orang. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Makanan porsi dua orang sebenarnya cukup untuk tiga, makanan tiga cukup untuk empat.”

Dalam hadist lain yang disebutkan bahwa, “Makanan porsi satu orang sebenarnya cukup untuk dua, makanan dua sebenarnya cukup untuk empat, dan makanan empat sebenarnya cukup untuk delapan.” (H.R. Bukhari & Muslim).

Aisyah juga menyebutkan : “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah makan bersama enam orang sahabatnya, lantas Arab Badui datang lalu memakan makanan beliau dengan dua suapan.” (H.R. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

Ibnu Umar bahkan tidak makan kecuali bersama-sama dengan orang-orang miskin. Suatu ketika beliau melihat ada orang yang makan begitu banyak, kemudian beliau berkata,  “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : ‘Seorang mukmin makan untuk satu usus, namun orang kafir untuk tujuh usus.’ (H.R. Bukhari & Muslim)

Dalam buku tersebut disebutkan pula bahwa banyak makan adalah bagian dari buruknya akhlak seseorang, adapun sedikit makan adalah bagian dari baiknya akhlak seseorang. Tidak ada cara makan yanng lebih baik selain makan secara bersama-sama. Suasana kedekatan antar sesama dapat terjalin dengan lebih intim. Selain itu kita akan mudah merasa kenyang dengan cara ini.

Ada efek sangat luar biasa yang dihasilkan dari makan secara berjamaah. Pertama adalah membantu menaikkan nafsu makan bagi mereka yang sedang kurang enak badan. Mereka akan teromotivassi untuk ikut-ikutan mencicipi hidangan ketika orang sekitarnya makan. Manfaat kedua, kebalikan dari yang pertama, makan berjamaah dapat mebantu orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan untuk menahan nafsu makannya.

Ketika makan bersama-sama, takaran porsi makanan dapat lebih terkontrol. Hasilnya, orang-orang yanng mengalami obesitas akan berhenti makan sebelum benar-benar kenyang sehingga cara ini cukup ampuh untuk menurunkan berat badan. Makan berjamaah adalah sunnah Rasulullah SAW yang sudah mulai banyak ditinggalkan orang. Mari kita hidupkan kembali kebiasaan ini ditempat kerja, bersama rekan-rekan, maupun di rumah bersama keluarga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA