Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Barbados, Tempat Muslim Berniaga

Rabu 27 Sep 2017 04:15 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Suasana Kota Bridgetown, Barbados, dari udara.

Suasana Kota Bridgetown, Barbados, dari udara.

Foto: wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sebuah penelitian mencatat, Muslim pertama kali datang ke Barbados pada 1913. Islam di Barbados dibawa oleh Abdul Rohul Amin, seorang pedagang sutra dari Benggala Barat. Setelah dia datang, pedagang Bengali lainnya menyusul untuk mencari peruntungan di negara ini. Mereka pun berbagi rumah di Wellington Street. Beberapa dari mereka juga tinggal di Milk Market dan Tudor Street di Bridgetown.

Setelah mereka menetap di Bridgetown, lebih banyak lagi Muslim Gujarat datang dan tinggal di berbagai belahan kota dan sekitarnya. Mereka juga terlibat dalam bisnis perdagangan keliling dan sangat sukses sehingga mereka bisa membeli rumah di kota. Kemudian, mereka menikahi wanita warga setempat dan tinggal menetap di sana. Saat ini banyak Barbadian terkenal yang merupakan cucu dari mereka.

Pada tahap awal sebagian besar perdagangan dilakukan dengan orang-orang Barbados miskin yang tinggal di daerah pedesaan. Penduduk desa merasa sulit pergi ke Bridgetown untuk berbelanja. Para pedagang akan naik bus membawa barang dagangan mereka untuk dijajakan kepada orang-orang di negara ini.

Jika tidak ada bus yang tersedia, mereka akan berjalan meski harus ditempuh dengan jarak jauh untuk melayani pelanggan. Pada masa itu banyak orang Barbarian tidak mampu membayar secara tunai untuk membeli barang. Mereka membayar dagangan yang dibeli dengan mencicil.

Masjid pertama kali dibangun di Kensington New Road, Bridgetown, pada 1950. Yang kedua dibangun di Sobers Lane pada 1957. Saat ini ada hampir 2.000 Muslim tinggal di pulau ini. Banyak di antaranya masih tinggal di Bridgetown.

Masjid di Kensington New Road diperluas pada akhir tahun 80-an dan dapat menampung lebih dari 600 jamaah. Shalat berjamaah diselenggarakan di masjid ini dan di Sobers Lane lima kali sehari, juga shalat Jumat. Pusat Pengajaran Islam dimulai pada tahun 70-an di kota dan sekarang memiliki tempat permanen di Harts Gap, Has tings. Tujuannya untuk memenuhi kebutuh an masyarakat Barbadian yang lebih luas agar semakin tertarik pada Islam.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA