Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Perintah Melaksanakan Shalat

Senin 25 Sep 2017 15:29 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Shalat

Shalat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Shalat lima waktu merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan umat Islam. Menunaikannya adalah salah satu bentuk keimanan yang ditunjukkan sebagai seorang Muslim. Meninggalkannya jelas kerugian besar karena hal tersebut merupakan rukun Islam yang tak lain sebagai dasar keimanan.

Perintah melaksanakan shalat telah banyak dituangkan oleh Allah SWT lewat kitab sucinya, Alquran. Seperti dalam surah al- Baqarah (2): 83 yang berbunyi, "Dan (ingatlah), ketika kami meng ambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat ke baikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucap kanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah sha lat dan tunaikanlah zakat. Kemu dian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu ber paling,".

Ustaz Miftahudin dalam ka jian fikih ibadah "Shalatlah Sebagaimana Aku Sholat" di Masjid Agung Al-Azhar, belum lama ini, menjelaskan tentang shalat se per ti yang dicontohkan oleh Ra su lullah SAW. Penjelasan tersebut ia ambil dari beberapa hadis.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Miftahudin memberikan contoh hadis tentang perintah melaksanakan shalat. Hadis tersebut, yaitu "Shalatlah sebagaimana ka lian melihat saat saya sedang shalat." Menurutnya, dalam kita sahih Bukhari, hadis tersebut ber ada dalam bab musafir di mana disebutkan nama sahabat Malik bin Al-Khuwairis.

Malik bin Al-Khuwairis sendiri adalah pendatang di Kota Madinah yang sengaja menemui Rasulullah dengan beberapa temannya. Ia tinggal di rumah Rasulullah kurang lebih 20 hari. Lalu mereka mengalami kerinduan atas keluarganya sehingga Rasulullah memerintahkannya untuk pulang.

"Jadi, Shallu kama roaitumuni usholli adalah perintah Rasulullah kepada sahabat Malik bin Al- Khuwairis dan perintah bukan sa tu-satunya perintah, tapi dikait kan dengan yang lain, yaitu apa bila telah tiba waktu shalat maka di antara kalian azan dan yang pa ling besar men jadi imam," ujar Ustaz Miftahudin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA