Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Pesan PBNU di Momen Tahun Baru 1439 Hijriah

Kamis 21 September 2017 18:25 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari

Pawai obor dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H, di Sadangserang, Kota Bandung, Rabu (20/9) malam.

Pawai obor dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1439 H, di Sadangserang, Kota Bandung, Rabu (20/9) malam.

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menyampaikan pesan kepada seluruh umat Islam di Indonesia pada momen tahun baru 1 Muharram 1439 Hijriah. Salah satu pesan utama kali ini adalah tentang maraknya fitnah di masyarakat khususnya media sosial.

"Tahun baru 1 Muharram ini adalah hijrah. Hijrah dari ketidakpercayaan satu kelompok dengan kelompok lainnya menjadi saling mempercayai, saling membangun, tidak saling membuat fitnah seperti yang sudah terjadi saat ini," kata dia kepada Republika.co.id, Kamis (21/9).

Marsudi mencontohkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah. Saat hijrah ke Madinah, program utama yang dibuat Rasulullah Saw adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin sebagai pendatang dan kaum Anshar sebagai pribumi di Madinah.

Tak hanya perbedaan tersebut, di Madinah juga ada perbedaan agama. Di sana ada pemeluk agama Islam, Nasrani, Majusi dan Yahudi. Lantas, terang Marsyudi, Rasulullah mampu merekatkan perbedaan itu semua dan mampu menghancurkan sekat-sekat perbedaan pendapat, pikiran, dan juga pendapatan.

"Bangsa Indonesia hari ini butuh itu (persaudaraan), itu yang paling utama untuk hari ini. Sehingga ke depan tidaka ada produsen atau pembuat fitnah di antara umat Islam itu sendiri. Tawashaw bil haqqi harus bil haqqi, tidak dengan fitnah," kata dia.

Fitnah-fitnah yang kini marak, papar Marsudi, itu ada yang menciptakannya lalu disebar melalui media sosial. Dia berharap, masyarakat menyadarinya sehingga bisa membedakan mana yang fitnah dan mana yang benar. Lagi pula, menyebarkan fitnah itu tidak ada gunanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES