Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Pengaruh Budaya Cham di Indonesia

Sabtu 12 August 2017 22:56 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko

Muslim Cham di Masjid Jamiul Nia Mah

Muslim Cham di Masjid Jamiul Nia Mah

Foto: amirul hasan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa bukti yang diperoleh dari penelitian linguistik di sekitar Aceh menunjukkan, pengaruh budaya Campa di Indonesia sangatlah kuat. Fakta tersebut dapat dilihat dari penggunaan bahasa Aceh-Chamik sebagai bahasa utama di daerah-daerah pesisir, seperti Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Aceh Jaya.

Naskah Indonesia dari abad ke-15 menunjukkan, salah seorang Putri Campa beragama Islam bernama Darawati menikah dengan penguasa ketujuh Majapahit yang merupakan penganut ajaran Siwa-Budha, Prabu Brawijaya.

Tujuan pernikahan itu sendiri adalah untuk mengislamkan Kerajaan Majapahit. Hari ini, makam Darawati dapat ditemukan di Trowulan, Jawa Timur, yang dianggap sebagai bekas ibu kota Majapahit. 

Sementara, orang-orang Minangkabau di Sumatra Barat meyakini bahwa salah satu nenek moyang mereka yang bergelar Harimau Campo berasal dari negeri Campa. Menurut Tambo, Harimau Campo bersama-sama dengan Datuak Suri Dirajo (salah satu pendiri Minangkabau), Kambiang Hutan, dan Anjiang Mualim menciptakan konsep dasar dari bela diri tradisional Minangkabau yang disebut silek (silat).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 June 2018, 03:21 WIB