Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Menengok Aktivitas Santri di Takhassus Bangun Reksa

Kamis 13 Jul 2017 08:55 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Para santri sedang menyetorkan hafalan Alquran di  Takhassus Bangun Reksa.

Para santri sedang menyetorkan hafalan Alquran di Takhassus Bangun Reksa.

Foto: pppa

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sekitar 20 santriwati sedang berproses untuk menjadi hafizh Quran di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Bangun Reksa. Pondok ini berada tak jauh dari Kantor Pusat PPPA Daarul Quran,  kawasan Ciledug, Tangerang.

Adalah Ustaz Sutahar bersama sang istri yang sehari-harinya mengasuh puluhan santriwati tersebut. Mulai dari membangunkan santri untuk salat tahajud setiap pagi sampai menyimak setoran hafalan.

Sutahar bersama sang istri berupaya mengajarkan para santri yang seluruhnya perempuan ini untuk menjadi pribadi yang mandiri. Jika di beberapa pesantren takhassus sudah ada juru masak untuk makan setiap hari, di Bangun Reksa para santriwati diminta untuk memasak sendiri.

Setiap waktu makan tiba, sejumlah santriwati yang kebagian jadwal piket menyiapkan makanan. Seakan seperti juru masak yang sudah andal, mereka begitu asyik meramu bahan-bahan masakan yang ada. Sesekali tawa lepas tersirat saat para santriwanti mengaduk sayur atau memasukan bumbu-bumbu. Makanan pun selesai dimasak. Namun, para santriwati lebih memilih memakan bersama-sama dalam satu nampan.

Mulai dari nasi, lauk pauk dan sayur dihidangkan di dua nampan yang tak terlalu besar. Ngeliwet ala santri, membuat hangat suasana makan mereka setiap harinya. "Senang kalau makan bareng-bareng kayak gini. Soalnya lebih terasa kebersamaannya," ujar Balqis (19) salah satu santri yang hafalannya kini sudah mencapai 17 juz.

Bukan hanya memasak, santriwati yang rata-rata berusia 17 tahun ini juga punya jadwal piket masing-masing untuk membersihkan kamar, ruang salat dan tempat mereka biasa menyetorkan hafalan kepada Sutahar dan sang istri.

Meskipun dipadati sejumlah kegiatan agar para santriwati bisa menjadi lebih mandiri, namun target hafalan harus tetap terjaga. Sutahar bersama sang istri sudah punya target sendiri untuk santri-santrinya. "Satu tahun mereka sudah harus hafal 30 juz," ujar Sutahar.

Pesantren takhassus merupakan salah satu program unggulan PPPA Daarul Qur'an. Pesantren ini full beasiswa untuk mereka, anak-anak berprestasi yang punya keinginan menghafal Quran namun tak punya biaya untuk masuk ke pesantren berbayar.

Kini PPPA Daarul Qur'an sudah mendirikan lima pesantren takhassus di Ciledug, Cinagara, Cikarang, Cimanggis dan Kemang dengan 107 santri tingkat SMP dan 80 santri tingkat SMA. Selain hafiz Alquran, mereka akan dilatih untuk menjadi seorang pendakwah. Targetnya, pesantren takhassus akan didirikan di setiap provinsi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA