Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Alissa Wahid: Ramadhan Momentum Toleransi Antarsesama Umat

Selasa 13 Jun 2017 16:42 WIB

Red: Fernan Rahadi

Alissa Wahid

Alissa Wahid

Foto: bnpt

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan seharusnya bisa menjadi sebuah momentum untuk saling bertoleransi menghormati bagi antar umat beragama. Sebagaimana kita ketahui bahwa kita hidup dalam sebuah masyarakat majemuk yang tidak hanya dari aspek etnis, adat istiadat atau tradisi, tapi juga keyakinan atau agama.

Hal yang terakhir inilah yang senantiasa menuntut adanya sikap toleransi di antara kita agar jalinan kerukunan antarumat beragama selalu terjaga. 

“Sebagai warga negara yang hidup dalam masyarakat yang majemuk, bulan Ramadhan ini harus bisa dijadikan sarana untuk mengasah spirit toleransi dan kerukunan antar sesama umat tersebut,” ujar Koordinator jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, Selasa (13/6).

Dijelaskan putri sulung Presiden RI ke-4, (Alm.) KH. Abdurrachman Wahid atau Gus Dur ini, toleransi itu pada dasarnya sikap untuk saling menghormati. Dan sikap saling menghormati itu sendiri dasarnya adalah keyakinan bahwa semua manusia itu adalah ciptaan tuhan. Dan karena itu setiap manusia memiliki posisi yang setara yang nantinya akan dinilai oleh Tuhan.

“Jadi yang membedakan atau manusia berbeda hanya dari ketaqwaannya, dan Tuhan akan menilai manusia hanya dari ketaqwaan. Bukan manusia yang menilai. Tetapi selain itu manusia di muka bumi ini adalah setara,” ujarnya

Dan dari situlah menurutnya kita sebagai manusia yang beragama kemudian bisa untuk saling menghormati dan bisa saling bertoleransi antar sesama umat..Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh umat manusia untuk memulainya dari berpikir adil.

 “Kalau kita bisa berpikir adil, lalu kalau kita mengikuti ajaran di dalam kitab suci bahwa Tuhan itu menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku untuk saling mengenal dan saling membantu, maka toleransi seharusnya tidak menjadi masalah,” ujar wanita yang meneruskan perjuangan pemikiran Gus Dur dalam bidang sosial, budaya dan keagamaan  melalui The Wahid Institute ini.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES