Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Memilih Pemimpin Seiman tak Melanggar Demokrasi

Ahad 15 Jan 2017 09:40 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto

Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz Bachtiar Nasir

Foto: dok. Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, ribuan orang masih memenuhi halaman Masjid Al-Azhar untuk mengikuti rangkaian acara Tabligh Akbar Politik Islam. Dalam kesempatan tersebut Ustaz Bachtiar Nasir memberikan tausiyahnya kepada para peserta tabligh akbar.

"Hari ini ada pengajian politik Islam yang sudah berjalan sejak 2013," kata Ustaz Bachtiar usai memberikan tausiyah di acara Tabligh Akbar Politik Islam kepada Republika.co.id, Ahad (15/1).

Bachtiar mengatakan, pengajian politik Islam adalah lembaga strategis untuk mempertemukan ummat Islam dengan calon pemimpinnya. Kegiatan ini juga merupakan lembaga kajian dan musyawarah antara ummat dan tokoh umatnya.

Ia mengungkapkan, sebagai bagian dari GNPF MUI dirinya tidak pada posisi memilihkan umat kepada salah satu dari dua calon Muslim. Hanya saja pengajian kali ini ditekankan panitia untuk memilih pemimpin Muslim. Hal ini memang menjadi bagian dari proses berdemokrasi di Indonesia

"Di mana warga negara tidak bertentangan dengan demokrasi jika memlih calon pemimpin yang berdasarkan keyakinannya dan sesuai dengan kepercayaannya," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA