Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Tokoh Lintas Agama Boston Adakan Doa Bersama

Kamis 15 Dec 2016 09:12 WIB

Rep: marniati/ Red: Damanhuri Zuhri

Muslim Amerika

Muslim Amerika

Foto: VOA

REPUBLIKA.CO.ID,BOSTON -- Tokoh lintas agama Boston mengadakan pertemuan di masjid Roxbury Boston untuk mengadakan kegiatan doa bersama. Mereka merasa prihatin dengan meningkatnya insiden kejahatan kebencian di seluruh negeri.

Kegiatan doa bersama ini diiikuti oleh lebih dari 2.600 pengunjung. Mereka menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi di tengah lonjakan  kejahatan kebencian secara nasional.

Imigran, Muslim, Yahudi dan komunitas lainnya menjelaskan ketegangan yang terjadi saat Donald Trump terpilih sebagai presiden AS.  Ditambah lagi, pendukung Trump akan mengeluarkan kebijakan National Security Entry-Exit Registration System (NSEERS).

Di bawah sistem NSEERS, imigran yang berasal dari negara yang dianggap membahayakan akan menjalankan interogasi dan pemindaian sidik jari saat memasuki AS. Ada 25 negara yang berada dalam daftar negara membahayakan, 24 di antaranya negara mayoritas Muslim dan satunya adalah Korea Utara.

"Banyak orang di komunitas imigran beresiko dideportasi. Ini bukan hanya tentang komunitas imigran, ini tentang komunitas Muslim dan semua komunitas," ujar Rodrigo Saavedra, seorang aktivis kelompok hak imigran Movimiento Cosecha seperti dilansir baystatebanner.com (14/12).

Kegiatan doa bersama ini diselenggarakan oleh Boston Interfaith Organization, koalisi pimpinan dan anggota gereja, sinagog, masjid dan organisasi keagamaan lainnya di daerah. Selain para pemimpin agama, Senator AS Elizabeth Warren, Walikota Boston Marin Walsh dan anggota dewan kota Ayanna Pressley dan Tito Jackson juga menghadiri acara ini.

Walikota Boston Marin Walsh mengatakan ia akan bekerja untuk memastikan Boston tetap aman dan ramah bagi imigran dan Muslim. ia mengaku telah mengunjungi masjid Roxbury beberapa kali sejak terpilih.

Menurutnya, jika setiap pejabat terpilih mengunjungi masjid dan berdialog dengan komunitas muslim maka mereka akan siap untuk membahas tentang keragaman yang ada di Boston. Walsh juga meminta seluruh peserta doa bersama dan masyarakat lainnya untuk tetap mempromosikan perdamaian dan pemahaman yang baik tentang ajaran suatu agama.

"Saya meminta Anda untuk terus melakukan hal ini. Saat ini Boston membutuhkan kalian lebih dari sebelumnya. Kami membutuhkan kalian untuk berdiri dan berbagi nilai-nilai yang kalian pahami,” katanya

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA