Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Aksi 1212: Shalat Subuh Berjamaah Bangkitkan Ghirah Umat Islam

Ahad 11 Des 2016 06:49 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Damanhuri Zuhri

Seorang peserta Aksi Bela Islam III membaca alquran usai menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (2/12).

Seorang peserta Aksi Bela Islam III membaca alquran usai menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (2/12).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) meminta umat Islam Indonesia tetap merawat semangat persaudaraan 2 Desember. Sebagai bagian dari upaya untuk merawat semangat itu, GNPF-MUI berencana menggelar Safari Nasional dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah.

Ketua GNPF MUI Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, persaudaraan umat Islam adalah yang paling penting dan itu harus dirawat setelah Aksi Bela Islam III pada 2 Desember lalu. Untuk itu, GNPF MUI akan menyelenggarakan Safari Nasional di 34 provinsi, juga Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah yang akan dimulai pada 12 Desember 2016 dan rencananya dipusatkan di Bandung, Jawa Barat. 

 Setelah Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, menurut dia, umat Islam perlu melanjutkannya dengan membangun semangat bersedekah, semangat ekonomi, dan media. "Kelanjutan gerakan ini sedang dimatangkan dan insya Allah pada 12 Desember akan ada kabar lanjutannya," jelas Ustaz Bachtiar Nasir.

Dukungan terhadap Gerakan Shalat Subuh Berjamaah juga disampaikan KH Didin Hafidhuddin. Ia mengaku sudah sejak lama menganjurkan agar shalat Subuh berjamaah menjadi gaya hidup karena dampaknya besar. Rasulullah SAW sudah membuktikan shalat Subuh berjamaah jadi pembangun semangat.

"(Shalat Subuh berjamaah) Harus dipaksakan. Harus dimulai. Kan bisa sesama teman saling mengingatkan. Kalau digerakkan bersama, saya yakin ini akan membawa dampak signifikan bagi bangsa ini," ujar Kiai Didin.

Menurut dia, perubahan sebuah negeri berawal dari perubahan manusianya, tidak mungkin dari materi. Bagi umat, hal itu dibangun dari menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kiai Didin melihat langsung hal itu di Turki. Rakyat Turki membangkitkan shalat Subuh berjamaah dan terlihatlah kebangkitan itu.

Kiai Didin juga melihat, shalat Subuh berjamaah merupakan fondasi kekuatan dan kebersamaan. Apalagi, keutamaan shalat Subuh itu langsung disebut dalam Alquran, yakni shalat yang disaksikan malaikat.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk mengusahakan agar shalat Subuh di masjid setidaknya seperti shalat Jumat. "Gerakan Shalat Subuh Berjamaah itu saya dukung. Tanggal 12 Desember juga pas di hari lahir Nabi SAW," jelas kiai Didi menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES