Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Lembaga Pendidikan Islam di Amerika dan Kanada Berkembang Pesat

Selasa 11 Oct 2016 16:10 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Sebuah pendidikan Islam di Kanada (ilustrasi).

Sebuah pendidikan Islam di Kanada (ilustrasi).

Foto: EPA/Warren Toda

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Lembaga pendidikan Islam di benua Amerika telah menjadi primadona. Terlebih setelah ratusan penyelenggara pendidikan memutuskan bergabung dalam sebuah organisasi bernama Islamic Society of North America (ISNA) yang telah berdiri pada 34 tahun silam.

Sekretaris Jendral ISNA, Abdalla Idris Ali mengatakan hingga saat ini terdapat sebanyak 500 lembaga pendidikan Islam yang telah bergabung bersama ISNA.

“Angka itu relatif cukup banyak  mengingat kami berada di wilayah minoritas Muslim. Sekolah-sekolah yang tergabung di ISNA tersebar di Amerika dan Kanada dan peminatnya juga sangat banyak, sekolah-sekolah terus maju dan berkembang,” tutur Abdalla Idris dalam Internasional Conference of Islamic Education (ICIE) yang diselenggarakan oleh Internasional Islamic Alliance (ITTHISAL) di Surakarta pada Selasa (11/10) siang.

Ia membeberkan kesuksesan yang dicapai ISNA dalam merangkul sekolah-sekolah Islam dan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Kata dia, pada awalnya ISNA melakukan sosialisai terhadap seluruh masyarakat di Kanada dan Amerika terlebih kepada umat Islam.

Menurutnya,  masyarakat Amerika diberikan pemahaman tentang keunggulan lembaga pendidikan Islam. Tak hanya itu, ISNA pun menggandeng sejumlah organisasi dan pengusaha-pengusaha Muslim yang mempunyai komitmen untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan Islam.

“Kami menyalukan 9 juta dolar amerika untuk pengembangan sekolah-sekolah di bawah naungan ISNA. Kami merangkul pengusaha, ilmuan, dan setiap masyarat muslim di sana. Hasilnya sekolah-sekolah kami menjadi besar dan yang terbaik dibandingkan sekolah-sekolah swasta atau negri yang ada,” tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA