Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Meninggikan Kembali Peradaban Islam

Selasa 09 Aug 2016 10:10 WIB

Rep: Irwan Kelana/ Red: Agung Sasongko

Benda bersejarah dari Lombok ditunjukan saat pameran peradaban Islam Nusantara yang di selenggarakan di Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Sabtu (30/7)

Benda bersejarah dari Lombok ditunjukan saat pameran peradaban Islam Nusantara yang di selenggarakan di Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Sabtu (30/7)

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewasa ini peradaban dunia dikuasai dan dipimpin oleh Barat. Orang-orang Eropa (Barat)-lah yang menghasilkan berbagai penemuan ilmiah. Hampir tidak ada atau sangat sedikit nama ilmuwan Muslim dalam deretan tokoh-tokoh ilmuwan sekarang ini.

Padahal, kalau kita mau membaca sejarah, sebenarnya justru ilmuwan Muslimlah yang menjadi perintis dan penemu berbagai penemuan ilmiah yang sangat bermanfaat bagi umat manusia hingga saat ini. Berbagai penemuan Islamlah yang kemudian menjadi inspirasi  bagi  Barat/Eropa sehingga meraih kemajuan-kemajuan yang besar seperti sekarang ini.

Fakta membuktikan, sesungguhnya Islam memiliki khazanah keilmuan yang beraneka ragam. Dan sesungguhnya Islam pernah mencapai puncak kejayaan dan menjadi pusat peradaban dunia pada saat Barat mengalami zaman kegelapan. Karena itu, generasi Muslim saat ini harus bangkit untuk meninggikan kembali peradaban Islam di muka bumi ini.

Inilah pesan utama buku yang ditulis oleh Prof Muhammad Husain Mahasnah, seorang guru besar sejarah di Universitas Mu'tah dan sangat produktif menerbitkan karya-karya tentang sejarah Islam.

Penulis membagi bukunya menjadi bagian pendahuluan, delapan bab, dan penutup. Bab pertama berisikan tentang pengenalan beberapa konsep peradaban kaum Muslimin, seperti definisi peradaban, kebudayaan, dan Islam.

Bab kedua mengenalkan Alquran dan ilmu-ilmunya. Dalam bab ini dijelaskan bagaimana proses turunnya Alquran, sebab-sebab turunnya, peristiwa apa saja yang dialami Alquran, khususnya pascawafatnya Rasulullah SAW, seperti kodifikasi Alquran, penulisan Alquran, sebab-sebab yang mendorongnya, serta ilmu-ilmu yang muncul pada priode-priode Islam yang berhubungan dengan Alquran, terutama ilmu qiraah dan ilmu tafsir.

Bab ketiga membahas tentang kajian terhadap ilmu hadis dan kodifikasinya serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya. Bab keempat  mengupas tentang ilmu kalam, munculnya sekte-sekte keagamaan, dan ideologi-ideologi  baru yang dibawa oleh orang-orang yang baru masuk Islam atau dari kelompok yang memang sengaja bertujuan menghancurkan Islam.

Bab kelima mengkaji tentang lembaga-lembaga pendidikan Islam berikut perkembangannya. Bab keenam membahas tentang ilmu dan sastra kaum Muslimin.

Bab ketujuh  membahas tentang arsitektur dan seni Islam. Dan bab kedelapan mengupas tentang interaksi peradaban Islam dengan peradaban-peradaban lainnya.

Penulis berharap, para pembaca buku ini, khususnya generasi muda Muslim, tidak hanya sebatas bernostalgia tentang kejayaan peradaban Islam pada masa lalu. Justru yang jauh lebih penting adalah berupaya sungguh-sungguh untuk mengembalikan kejayaan masa silam itu.

Sebagaimana ditegaskan oleh penulis, "Kami sangat berharap buku kami ini bisa memberikan manfaat sekaligus memberi petunjuk kepada generasi bangsa Arab dan negara-negara Islam lainnya untuk kembali menjalankan peranannya: mampu membangun segala hal yang dapat memberi manfaat kepada kita semua serta menjadikan kita sebagai bangsa yang besar sebagaimana era-era sebelumnya, di mana kaum Muslimin dipimpin oleh tokoh-tokoh yang mampu menyeimbangkan agama dan dunianya.

Judul:  Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam

Penulis: Dr Muhammad Husain Mahasnah

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Cetakan: I, 2016

Tebal: 312 hlm

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES