Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

JK: Umat Islam Berbahagia Sadiq Khan Jadi Wali Kota

Senin 09 May 2016 12:20 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari

Wali Kota London, Sadiq Khan

Wali Kota London, Sadiq Khan

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sadiq Khan menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai Wali Kota London. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun menyebut umat Islam turut berbahagia menyambut kemenangan Sadiq Khan di tengah-tengah islamophobia yang terjadi.

"Di banyak negara timbul islamophobia. Paham yang tentu mendeskreditkan Islam walaupun kita cukup berbahagia beberapa hari yang lalu umat Islam jadi Wali Kota London," kata JK di depan para alim ulama dari berbagai negara Islam di dunia, di JCC, Jakarta, Senin (9/5).

Kemenangan Khan menunjukkan sisi positif saat kampanye anti-Islam dan ketakutan terjadi di berbagai negara Barat. "Artinya dengan segala kampanye anti-Islam tetap juga yang baik itu menjadi pemimpin. Bagian yang positif daripada semua ketakutan-ketakutan kepada umat seperti itu," tambah dia.

Seperti diketahui, Sadiq Khan, putra seorang sopir bus menjadi Wali Kota Muslim pertama London, Sabtu (7/5) dalam pemilihan yang bersejarah. Khan yang lahir dari orang tua imigran Pakistan ini akan memimpin London menggantikan Boris Johnson.

Khan memastikan jabatan Wali Kota Inggris setelah melawan Konservatif Zac Goldsmith yang merupakan putra seorang pemodal miliarder. Khan yang saat ini berusia 45 tahun meraup 44 persen suara sementara Gold smith hanya 35 persen.

Marjin kemenangan 13,6 persen atas Goldsmith ini adalah yang terbanyak di pemilihan Wali Kota London dalam 16 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kampanye gelap yang menuduh Khan memiliki hubungan dengan ekstremis dan tuduhan antisemitisme dalam jajaran Buruh tak menyebabkan para pemilih urung memberikan suaranya untuk Khan.

Sebelumnya, kampanye Goldsmith ditandai dengan tuduhan kampanye "kotor" dan "negatif". Termasuk dari dalam partainya sendiri karena penekanannya pada hubungan Khan dengan dugaan ekstremis.

Kritikus menuduh Goldsmith menyerang Khan atas dasar keyakinan Islam dan label rasis dalam kampanyenya. Respons Sadiq Khan dan Buruh pun sangat marah. Mereka mengungkapkan, Konservatif sedang bermain kasar dengan menyebar Islamofobia dan kampanye rasis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES