Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Muslim Amerika Lobi Kongres Atasi Kesenjangan Ekonomi

Selasa 19 Apr 2016 09:17 WIB

Rep: amri amrullah/ Red: Damanhuri Zuhri

Muslim Amerika

Muslim Amerika

Foto: Dailycaller.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ratusan Muslim Amerika Senin (18/4), berkumpul di Capitol Hill, Gedung Kongres Amerika dalam rangka hari lobi muslim Amerika (Muslim Advocacy Day).

Kedatangan ratusan muslim AS ini bertujuan untuk menemui anggota parlemen untuk mengatasi Islamophobia dan kesenjangan ekonomi di AS.

"Komunitas Muslim Amerika banyak berada di bawah teknanan karena retorika politik," kata Naeem Baig, presiden Lingkaran Islam Amerika Utar dilansir dari Anadolu Agency.

Tekanan politik terhadap muslim AS ini terkait tahun pemilihan Presiden AS 2016, yang ditandai dengan panasnya retorika anti-Muslim. Retorika politik anti muslim ini terutama muncul dari kandidat Partai Republik, yang menyerukan larangan muslim memasuki AS, dan peningkatan pengawasan terhadap masyarakat Muslim.

Baig berharap anggota parlemen tidak bekerja untuk Wall Street, atau perusahaan lobi, tapi mereka para pembuat aturan ini mewakili konstituen mereka, orang-orang yang telah memilih mereka, menempatkan mereka ke kantor ini, termasuk masyarakat muslim AS.

Hari kedua peringatan Muslim Advocacy Day tahun ini diikuti sekitar 300an peserta dari seluruh AS. Diharapkan kegiatan ini mampu melobi anggota parlemen memperhatikan masalah muslim AS selama melalui serangkaian lebih dari 200 pertemuan.

Selain tuntuan mengatasi dan mengutuk Islamofobia, para pendukung juga menekankan kepada anggota parlemen tiga resolusi lainnya. Diantaranya mencakup berbagai topik, mulai dari kurangnya akses akses mendapatkan kebutuhan pangan di masyarakat perkotaan dan upaya pemerintah untuk memerangi ekstremisme kekerasan .

"Kami di sini untuk mendukung kelas menengah," kata Nihad Awad, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations."Sebagai Muslim Amerika kita adalah bagian dari kelas ini, dan kami menganjurkan atas nama segmen lain dari masyarakat kita."

Mengenai upaya AS untuk memerangi ekstremisme kekerasan, Awad mengatakan bahwa masalah perlu diletakkan pada konteks yang benar. "Ada banyak organisasi ekstremis di Amerika yang bukan Muslim, dan kita juga harus menjadikan mereka perhatian," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA