Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Muslim Inggris Ingin Belajar Cara Indonesia Bersihkan Wajah Islam

Selasa 01 Mar 2016 06:50 WIB

Rep: c25/ Red: Andi Nur Aminah

Muslimah Inggris (ilustrasi)

Muslimah Inggris (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Muslim di Indonesia dinilai mampu menjaga pandangan positif tentang Islam. Sementra kondisi itu menjadi sesuatu hal yang sulit dilakukan Muslim Inggris.

Chair of Muslim Women Network di Inggris, Shaista Gohir, mengaku cukup kesulitan memulihkan identitas umat Muslim, agar terlepas dari pandangan negatif. Ia mengungkapkan orang Inggris kebanyakan, hanya melihat Islam sebagai agama yang berisi larangan, haram-halal serta hukuman terhadap pelanggara

Dia mengeluhkan, pandangan-pandangan itu dibawa orang ke media sosial tanpa diketahui pelakunya. Hal ini semakin ikut mengeruhkan identitas Islam di mata pemeluk agama lain. Maka itu, Shaista mengaku penasaran dengan yang dilakukan umat Islam di Indonesia, dalam membersihkan wajah Islam selama ini, terutama di media sosial.

"Kami ingin tahu bagaimana kalian menyelesaikan itu, serta apa yang kalian lakukan lewat media sosial," kata Shaista.

Sementara, Program Director Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Yayah Khisbiyah menjelaskan, umat Islam di Indonesia memiliki tiga aspek untuk menghadapi persoalan itu. Dia menuturkan aspek-aspek yang kerap digunakan tersebut, di antaranya lewat pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Yayah menerangkan, umat Islam di Indonesia tidak melulu membicarakan identitas dan pembelaan, untuk menghadapi ekstrimisme serta wajah buruk yang ditebarkan. Yayah menegaskan dengan aspek-aspek lain seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi, wajah Islam akan terbersihkan dengan sendirinya. "Kami tidak selalu bicara tentang ekstrimisme, kami bicara masalah global bersama, itu akan bekerja sendiri," ujar Yayah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA