Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Manusia yang Paling Cerdas

Jumat 26 February 2016 07:09 WIB

Red: Agung Sasongko

Ustaz Erick Yusuf

Ustaz Erick Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, TARAKAN -- Pimpinan lembaga dakwah kreatif Ustadz Erick Yusuf berkesempatan  memberikan tausiyah di perbatasan Malaysia, Tarakan, Kalimantan Utara. Sebelum keinti pembahasan tausiyah, Ustaz mengiingatkan Islam melarang hubungan sejenis.

Ustaz Erick Yusuf membahas sakarotul maut atau kematian, Dalam Al-Quran surat Al-Jumu’ah ayat 8 Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

"Jelas sekali dalam ayat tersebut bahwa kematian akan menjemput kita menjemput semua makhluk yang hidup dan sesungguhnya kebanyakan manusia enggan bahkan seandainya bisa lari dari kematian  pasti dia akan melakukannya," kata Kang Erick, Sapaan akrabnya, Jumat (8/5).

Ibnu Umar r.a pernah berkata, “Aku pernah menghadap Rasulullah SAW sebagai orang ke sepuluh yang datang, lalu salah seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdik dan paling cerdas?” Beliau menjawab, “(adalah) Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas; mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR. Ath-Thabrani, disahihkan al-Munziri)

Sesungguhnya kematian itu ada dua pintu, Husnul Khootimah ( Baik akhir hidupnya ) dan Su’ul Khotimah ( Jelek akhir hidupnya) ,Orang yang husnul khotimah adalah orang yang meninggal dalam keadaan islam dan dalam melaksanakan ketaatan pada Allah,semasa hidupnya menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah dan banyak mengingat Allah.

Sedangkan orang yang su'ul khotimah adalah orang yang mati dalam keadaan maksiat kepada Allah dalam keadaan lupa pada Allah dan dia tidak melaksanakan perintah Allah dan melanggar larangan Allah, pasti akan sangat berat apa yang akan dihadapinya nanti.

Rasulullah bersabda “Barang siapa yang akhir perkataannya adalah laa ilaaha illallaah’, maka dia akan masuk surga.” ( HR. Abu Daud . Yaa Allah wafatkan lah kami dan orang tua kami dalam keadaan husnul khootimah, jangan wafatkan kami dalam keadaan su'ul khotimah Aamiin...

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 August 2018, 09:58 WIB