Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Muhammadiyah: LGBT Dikonstruksi Lewat Dalil HAM

Selasa 26 Jan 2016 20:20 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Achmad Syalaby

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir

Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan pandangannya terkait fenomena gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sedang menyerang kalangan kampus. 

Menurut Haedar, fenomena tersebut merupakan pertanda bahwa kebebasan hak asasi manusia (HAM) dan gaya hidup liberal-sekular mulai merasuki dunia pendidikan.

"Apalagi jika lesbian dan gay itu telah menjadi gerakan sosial yang dikonstruksi dalih hak asasi manusia," kata Haedar saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (26/1).

Haedar menegaskan bahwa lesbian fan gay tidak dibenarkan di Indonesia karena Indonesia bukanlah negara sekuler. Melainkan, negara berfalsafah Pancasila yang sila pertamanya jelas menegaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Di Indonesia, agama menjadi sumber nilai utama kehidupan bangsa yang juga merupakan mayoritas Islam. Oleh karena itu, Haedar mengimbau pihak kampus di Indonesia harus memiliki koridor kehidupan berbasis Pancasila dan Agama agar terhindar dari paham-paham menyimpang.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA