Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Kisah Persahabatan Seorang Muslim dan Nasrani di Damaskus

Selasa 03 Nov 2015 10:19 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Imam Masjid Al Hikmah New York, Imam Shamsi Ali.

Imam Masjid Al Hikmah New York, Imam Shamsi Ali.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Imam Masjid Al Hikmah New York, Imam Shamsi Ali berbagi kisah menarik terkait persahabatan seorang Muslim dan Nasrani. Kebetulan, keduanya saling memiliki kekurangan masing-masing. Berikut kisah persahabatan kedua orang Suriah itu yang diunggah melalui akun Facebook miliknya:

Kisah persahabatan!

Yang jangkung kurus dan buta bernama Muhammad seorang Muslim. Dan yang pendek lumpuh itu bernama Samir seorang Nasrani .

Foto ini di ambil di Damaskus, pada tahun 1889.

Keduanya sejak kecil telah menjadi yatim piatu. Muhammad menggunakan mata Samir untuk melihat dan Samir menggunakan kaki Muhammad untuk berjalan. Keduanya bekerja di sebuah kedai kopi , tentu keduanya saling menopang dalam kehidupan.

Mereka berdua di karuniai umur yang sangat panjang, sejak kecil hingga tua mereka hidup serumah dengan menopang satu sama lain. Mereka sahabat sehidup semati.

Samir meninggal terlebih dahulu , dan seminggu kemudian Muhammad juga meninggal karena kesedihan yang mendalam . Keduanya memiliki keyakinan berbeda tetapi jiwa mereka sama.

Kisah sepasang sahabat ini tidak perlu di kisahkan panjang lebar, karena kita sudah bisa mengambil hikmah sangat berharga dari keduanya.

Keyakinan bukan sebuah kesalahan untuk saling mengerti, memahami, menyayangi, mengasihi, dan saling menghormati satu sama lain.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA