Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Ini Tata Cara Shalat Istisqa

Ahad 26 Jul 2015 11:59 WIB

Rep: c38/ Red: Agung Sasongko

Warga Kota Bogor menggelar Shalat Istisqa' atau shalat meminta hujan di Lapangan Sempur, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jumat (24/7).  (Republika/Edwin Dwi Putranto)

Warga Kota Bogor menggelar Shalat Istisqa' atau shalat meminta hujan di Lapangan Sempur, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jumat (24/7). (Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menghadapi bencana kekeringan yang di beberapa daerah, Islam mengajarkan satu shalat Istisqa untuk meminta hujan. Pakar Ilmu Alquran, KH Ahsin Sakho Muhammad, menjelaskan tata cara shalat istisqa atau shalat minta hujan.

“Shalat Istisqa adalah shalat untuk minta hujan. Orang disunnahkan melaksanakan shalat istisqa pada waktu masyarakat kekurangan air/hujan,” kata Ahsin Sakho kepada ROL, Ahad (26/7).

Ia menguraikan, shalat Istisqa diperintahkan ketika warga sudah tidak bisa lagi leluasa menggunakan air, sumur-sumur sudah kering, sementara air di sungai sudah mulai sedikit. Saat itulah, kita perlu mengungkapkan kebutuhan akan air kepada Allah SWT melalui shalat istisqa.

Ahsin menuturkan, sebelum shalat Istisqa, masyarakat diiimbau untuk puasa tiga hari. Kemudian pada hari ketiga, masyarakat semua keluar menuju tanah lapang. Sapi, kambing, atau hewan ternak, juga ikut dituntun ke tanah lapang. Perlihatkan kepada Allah bahwa manusia, hewan, tumbuhan. dan semua makhluk membutuhkan rahmat Allah SWT.

Menurut Ahsin, orang yang datang shalat Istisqa hendaklah dengan pakaian yang kumal atau lama. Jangan bermewah-mewah. Kalau perlu, sambil berjalan menuju lokasi shalat berikan sedekah kepada fakir miskin. Setelah, barulah shalat Istisqa dua rakaat dilanjutkan dengan khutbah.

Ia menambahkan, khatib berkhutbah menjelaskan tentang urgensi shalat Istisqa dan kebutuhan manusia akan rahmat Allah dalam semua hal. Kemudian, meminta hujan kepada Allah dengan doa yang khusyuk. Bagi khotib yang memakai sorban atau jubah luar, diajarkan untuk membalik sorban atau jubahnya.

Maknanya, kata Ahsin, supaya keadaan itu menjadi terbalik dari yang tadinya kekurangan air menjadi berkecukupan. Kalau ditunggu sampai kurun beberapa hari belum ada lagi hujan, lakukan shalat sekali lagi.

“Pokoknya perlihatkan semua yang menjadi kebutuhan kita dengan tawassul, melalui puasa, sedekah, dan shalat,” tegas Ahsin.

Sebelumnya, Pemprov Jabar menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota menggelar shalat istisqa untuk mengatasi kemarau berkepanjangan. Jajaran pemprov juga telah melakukan shalat istisqa dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Heryawan di halaman Gedung Sate, Bandung pada Jumat (24/7) kemarin. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA