Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Menag Imbau Ormas Hindari Kekerasan Kala Ramadhan

Rabu 17 Jun 2015 13:37 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indah Wulandari

Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadhan, Menteri Agama Lukman Hakim mengimbau seluruh organisasi masyarakat (ormas) agar bersikap dewasa dengan tidak melakukan razia atau sweeping di tempat hiburan malam.

"Kemenag berharap dan meyakini kematangan kedewasaan umat-umat Islam Indonesia, ormas-ormas Islam itu dari hari ke hari semakin baik dan saya meyakini tahun ini seperti tahun lalu. Tahun lalu juga penuh dengan kedamaian tidak ada aksi-aksi sweeping, tindak pemaksaan dan kekerasaan," kata Lukman di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (17/6).

Lebih lanjut, Lukman mengatakan Kemenag hanya dapat memberikan imbauan agar ormas-ormas Islam tidak melakukan aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Aparat penegak hukumlah yang memiliki kewenangan untuk mengatasi hal tersebut.

"Mudah-mudahan tahun ini tidak lebih buruk dari tahun lalu. Semua umat Islam dapat menjalani puasa di bulan Ramadhan dengan penuh kedamaian," kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh organisasi masyarakat (Ormas) untuk tidak melakukan razia (sweeping), tempat hiburan malam selama Ramadhan.

Ia menegaskan, yang boleh melakukan razia atau penertiban adalah aparat negara. Sehingga Ormas manapun tidak diperbolehkan melakukan tindakan sendiri terhadap tempat hiburan malam.

Tito berjanji akan menindak tegas dan memproses hukum ormas yang melakukan sweeping tempat hiburan malam bahkan jika terjadi pengrusakan. Mantan Kapolda Papua itu juga memerintahkan kapolres dan kapolsek aktif menjalin komunikasi dengan pimpinan ormas dan tokoh masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA