Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Hindari Riba, MAM Tawarkan Pinjaman dengan Pembayaran Berupa Amal

Rabu 10 Jun 2015 16:11 WIB

Rep: c 30/ Red: Indah Wulandari

Muslim Malawi

Muslim Malawi

Foto: malawivoice.com

REPUBLIKA.CO.ID,MALAWI -- Asosiasi Muslim Malawi (MAM) menawarkan dukungan dari segi keuangan untuk umat Islam Malawi. 

MAM merupakan sebuah asosiasi Islam yang  terkemuka dan mengatur untuk memperkenalkan pinjaman berbasis syariah untuk membantu generasi muda Muslim Afrika Selatan yang terjerat dalam kemiskinan bertahun-tahun.

“Islam mengajarkan kita untuk bekerja keras, untuk mencari nafkah, dan untuk saling membantu satu sama lain. Jadi kami sangat prihatin dengan generasi muda kita saat ini,” ujar Bendahara Umum MAM Budaj Kalera Nyasa kepada Time, Rabu (10/6).

Menurut MAM, asosiasinya telah menluncurkan pinjaman bebas bunga  untuk pemuda muslim bekerjasama dengan seorang pengusaha Kuwait. Dengan berbasis syariah, MAM berharap dapat membatu generasi muda muslim yang tidak memiliki pekerjaan supaya mendapatkan pendapatan.

Selain diperuntukkan untuk membantu generasi muda pengangguran membangun usaha,MAM juga berharap dapat membantu umat yang tengah berbisnis untuk daat memanfaatkan pinjama berbasis syariah juga.

MAM menjelaskan, bentuk pinjaman dana ini minimal adalah Rp 1 juta, dan batas waktu pelunasan adalah satu tahun dengan sumbangan amal.  Sumbangan amal dinilai cara untuk menghindari riba, atau menerima, mengambil atau membayar bunga pinjaman.

Menurut MAM, bank-bank Islam dan lembaga keuangan supaya tidak menerima dan menyediakan dana untuk apapun yang melibatkan alkohol, perjudian, pornografi, tembakau, senjata atau perdagangan babi.

Penawaran yang diberikan oleh MAM  berbasis syariah ini adalah sewa untuk sendiri, rencana angsuran, perjanjian pembelian, dan penjualan bersama atau kemitraan. Selain itu, investor juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana mereka digunakan, dan sektor ini juga iawasi oleh dewan pengawas nasional.

Malawi dianggap sebagai negara perintis karena 75 persen penduduknya dari 16 juta adalah pemuda.  Sedangkan agama Islam sendiri merupakan agama terbesar kedua setelah kristen di Malawi, jadi sekitar 16 juta orang, umat muslim ada sekitar 36 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA