Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Islamophobia Bisa Muncul di Indonesia

Jumat 01 Mei 2015 03:45 WIB

Rep: C38/ Red: Julkifli Marbun

Islamofobia.

Islamofobia.

Foto: Unrforliberty.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustadz Adnin Armas menyebutkan, Islamophobia bisa jadi tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika, tetapi juga di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam tabligh akbar bertema "Untuk Indonesia yang Lebih Beradab" di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Indikasinya sudah muncul. Orang-orang yang ingin berkontribusi dan mencintai agama ini bisa dituduh konservatif, fundamentalis, radikal, anti kemajuan, anti Barat, anti NKRI, dan fitnah-fitnah serupa," ucapnya, Kamis (30/4) malam.

Ada gelombang ketakutan saat melihat saudaranya sesama muslim ingin membela agama. "Jika umat Islam lemah, hal itu akan berdampak pada kemanusiaan secara umum. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar."

Ia melanjutkan, "Sebaliknya, kemajuan Islam tidak hanya mempengaruhi umat Islam, tetapi juga peradaban dan agama lain. Kemajuan umat Islam telah menjadi anugerah bagi agama dan peradaban lain."

Sejarah pernah membuktikan hal itu. Sumbangan peradaban Islam terhadap dunia modern masih dapat ditemukan jejaknya hingga kini. Lahirnya Renaissance di Eropa juga tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan pusat studi di dunia Islam.

"Ini menjadi tantangan bagi umat Islam saat ini. Pernah dalam sejarah, umat Islam menjadi peradaban yang paling unggul. Kita patut bertanya mengapa itu terjadi dan apa solusinya agar kita bisa bangkit lagi," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES