Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Menag: Keliru, Pengembangan Pendidikan Agama Islam Bergantung Pusat

Rabu 07 Jan 2015 09:15 WIB

Rep: c83/ Red: Agung Sasongko

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (kanan)

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (kanan)

Foto: ROL/Casilda Amilah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam kepada Gubernur, Bupati dan walikota. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dalam acara Hari Amal Bhakti Ke-69 Kementerian Agama.

Lukman mengatakan, pemberian penghargaan ini menandakan bahwa masih ada Gubernur, Bupati dan walikota yang memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan pendidikan agama dan keagamaan.

"Dan ke depan saya pikir ini bisa menjadi model bagi pemerintah daerah yang lain. Jadi adanya anggapan bahwa agama karena sifatnya sentral atau sesuatu yang tidak diotonomikan dan ini menjadi urusan pusat. Ini pemahaman yang salah menurut saya," ujar Lukman Hakim Saifuddin kepada ROL, Selasa malam (6/1).

Ia menjelaskan, anggapan yang menyebutkan pemerintah daerah tidak dapat memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan adalah anggapan yang salah. Hal tersebut dikarenakan,  pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah daerah yang mendapat penghargaan ini yaitu Gubernur Jambi, Bupati Aceh Barat, Bupati Langkat, Bupati Jepara, Bupati Bulungan, Bupati Bantaeng dan Walikota Makassar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA