Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Dirjen PHU: Banyak Catatan yang Harus Diperbaiki

Selasa 18 Nov 2014 16:41 WIB

Rep: c60/ Red: Agung Sasongko

Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Foto: Republika/Yogi Ardhi/ca

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Prof. Dr. Abdul Jamil mengatakan penyelenggaraan haji pada musim haji 2014 lalu menyisakan banyak catatan yang harus dievaluasi.

“Harus dievaluasi semuanya oleh para stakeholder penyelengara haji, baik dari pihak Haji dan Umroh, Garuda, dan Saudi Arabia, dan stake holder lain,” ujar Abdul Jamil dalam sambutannya, di Gedung Kemenag, pada acara Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2014 Hijriah, Jakarta, Selasa (18/11).

Evaluasi ditujukan kepada hal yang telah terjadi selama persiapan, penyelenggaraan hingga pasca penyelenggaraan haji, baik di Indoneisa dan di Arab Saudi. “Seperti kasus Markaziyah, transportasi dan yang lain,” kata Jamil.

Selain itu, kebijakan kerajaan Arab Saudi mengenai kebijakan E-hajj, dan baladiyah harus diantisipasi secara lebih lanjut. Agar tidak menimbulkan maslah baru mendekati penyelengraan haji.

Secara umum, Jamil mengharapakan masukan yang jujur dari semua kalangan. Hal itu ditujukan agar penyelenggraan evaluasi ini bisa mengidentifikasi maslah dan menemukan solusu yang diharapkan.

Kendati demikian, Jamil mengatakan, bahwa persiapan yang dilakukan Kemenag telah maksimal dalam menyelenggraakanibadah Haji 2014. Namun, dia mengungkapkan, tedapat beberapa kendala yang terjadi di luar kemampuan Kemenag.

“Terkadang ada masalah di luar batas kemampuan kita sebagai manusia. Ada juga beberapa persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan haji yang tidak dapat dinalar secara ilmiah,” ujar dia.

Untuk itu, dia mengingatkan agar penyelengara haji melaksanakan tugas pengelolaan haji tanpa sifat takabur. “Tatkala kita takabur dalam mengelola haji, maka saat itulah akan ada musibah,” ujar dia.

Kendati demikian, dia mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin yang terus meluangkan waktu untuk mendapingi penyelengara haji hingga di lapangan.

“Terus terang, saya merasa tersemangati, oleh empati riil pak menteri yang terus berada di tengah-tengah penyelenggara dan jamaah haji,” pungkas dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA