Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

ACT Genjot Pembangunan Rumah Belajar untuk Anak Pemulung

Sabtu 05 Jul 2014 20:23 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Muhammad Hafil

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau korban banjir di Karawang dipandu tim DERM Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau korban banjir di Karawang dipandu tim DERM Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Foto: dok ACT

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Global Zakat-ACT, terus menggenjot renovasi pembangunan Rumah Belajar Anak (RBA) Sahabat Bumi, di perkampungan pemulung, Jurang Mangu Barat, RT03/RW01, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Pada Rabu (2/7), Tim Global Zakat kembali mensuplai beberapa kebutuhan material bangunan dalam upaya percepatan penyelesaiaan renovasi pembangunan berupa pintu, jendela, serta kebutuhan lainnnya. Setelah beberapa hari sebelumnya telah mensuplai semen, batu bata, pasir, besi kerangka beton dan bahan bangunan lainnnya.

“ Tim Global Zakat menargetkan pembangunan RBA Sahabat Bumi ini selesai akhir Ramadhan atau sebelum Idul Fitri,” tekad Dede Abdurrahman, Koordinator Tim Renovasi dari Global Zakat-ACT. Dede menuturkan tim nya sengaja menggenjot pembangunan ini selesai sebelum lebaran tiba, supaya RBA ini bisa dipakai untuk kegiatan belajar anak-anak pada bulan syawal nanti.

RBA Sahabat Bumi adalah salah satu RBA binaan ACT, yang didirikan pada tahun 2009, yang terus berkembang. Dulunya hanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), kini sudah berkembang dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Tahfidz Al-Qur’an. Ruangan lokal atau kelas pun saat ini bertambah, dulu hanya 2 lokal kini sedang dibangun 2 lokal lagi yaitu di lantai 2.

“Alhamdulillah RBA Sahabat Bumi ini, sudah berkembang pesat, sekarang RBA kami dipergunakan pagi untuk PAUD, siang dan sore untuk TPA, dan malamnya untuk Taman Tahfidz Al-Qur’an,”ujar Adi (27) salah seorang pengelola merangkap guru RBA Sahabat Bumi.

Sebagian besar para siswa di RBA Sahabat Bumi ini, merupakan anak-anak yang orang tuanya berprofesi sebagai pemulung. “Mereka setiap hari belajar gratis tidak di pungut biaya,” ujar Adi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA