Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Prof Dien Majid: Islam Disebarkan Lewat Lingua Franca (1)

Kamis 27 Mar 2014 17:56 WIB

Rep: Rosita Budi Suryaningsih/ Red: Chairul Akhmad

Umat Islam melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Baiturrahim, Gorontalo (ilustrasi).

Umat Islam melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Baiturrahim, Gorontalo (ilustrasi).

Foto: Antara/Adiwinata Solihin

REPUBLIKA.CO.ID, Islam masuk ke Gorontalo lewat jalur perdagangan. Ini karena letak Gorontalo yang strategis di jalur perdagangan.

Bagaimana penyebaran Islam di Gorontalo dan peran kesultanan di sana, wartawan Republika Rosita Budi Suryaningsih mewawancarai guru besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof Dien Majid.

 

Tentang Kerajaan Gorontalo, sebenarnya bentuk yang benar kerajaan atau kesultanan?

Dalam pemerintahan dulu dikenal bentuk kerajaan yang bersifat tradisional. Mulai abad ke-13, ketika Islam mulai masuk nusantara, dikenallah sistem pemerintah yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu kesultanan.

Meski demikian, masih ada yang tetap menggunakan nama kerajaan, tapi jabatan pemimpinnya disebut dengan Sultan. Salah satunya adalah kerajaan di Aceh. Namanya tetap kerajaan, tapi pemimpinnya bergelar sultan. Hal yang sama terjadi juga di Gorontalo.

 

Jika seperti itu, apakah Kerajaan Gorontalo termasuk kerajaan Islam?

Islam datang ke wilayah itu ketika sudah ada sebuah kerajaan berdiri di sana. Ketika Islam diterima pihak kerajaan, rajanya kemudian memeluk Islam dan menjalankan tuntunan Islam dalam pemerintahannya. Ya, berarti kerajaan tersebut bisa disebut sebagai kerajaan Islam. Apalagi, jika menggunakan simbol-simbol keislaman di sana.

 

Bagaimana cara penyebaran Islam di Gorontalo pada khususnya dan di kawasan Indonesia timur pada umumnya?

Penyebaran Islam dilakukan bukan secara intervensi atau penguasaan dan memaksa, melainkan secara persuasif. Orang yang mengenalkan Islam biasanya menyinkronkannya dengan budaya setempat. Hal ini membuat orang-orang tidak merasa apatis dengan Islam.

Islam mudah diterima para pengikut Hindu sebelumnya karena ia tak mengenal kasta. Sedangkan, untuk orang lokal yang tadinya menganut animisme, Islam lebih mudah diterima dan terus melekat karena kelogisannya pada kekuatan yang lebih tinggi dari manusia

 

Bagaimana Islam bisa masuk ke wilayah Gorontalo?

Sebagian besar Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Jika tempatnya strategis, seperti Gorontalo, misalnya, akan menjadi tempat persinggahan para pedagang Muslim sebelum ia melanjutkan perjalanan perdagangannya.

Ketika Portugis menguasai Malaka, perdagangan ke wilayah Indonesia timur semakin berkembang. Para pedagang , terutama dari India melakukan sinergi antara dagang dan dakwah di wilayah-wilayah yang dilaluinya. Jaringan perdagangan inilah yang membawa serta Islam, berikut budayanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB