Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

MUI Jabar Nilai Aliran Surga Eden Sudah Jauh Menyimpang

Sabtu 16 Jan 2010 01:47 WIB

Red:

BANDUNG--Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, Drs H Rafani Achyar menilai, kelompok aliran Surga Eden sudah jauh menyimpang dari ajaran agama mana pun. Karena itu, MUI mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut. "Yang diajarkan aliran tersebut sudah sangat jauh menyimpang. Agama mana pun akan mengecamnya,’’ kata dia kepada Republika, Jumat (15/1).

Dikatakan Rafani, saat ini MUI Jabar tengah melakukan pertemuan dengan pengurus MUI Pusat untuk membahas aliran tersebut. Namun dari hasil kesimpulan awal, imbuh dia, ajaran tersebut dinilai jauh menyimpang dari ajaran agama Islam. Tak hanya itu, kata dia, ajaran aliran ini pun bertentangan dengan agama yang ada di dunia. "Salah satu ajarannya yaitu menghalalkan menggauli semua perempuan yang menjadi anggota kelompok ini,’’ tutur dia.

Selain itu, sambung Rafani, pimpinan aliran ini menyatakan diri sebagai Tuhan. Kalim tersebut jelas bertentangan dengan semua agama yang diakui baik di Indonesia maupun di dunia. Oleh karena itu, imbuh dia, MUI meminta polisi mengusut kasus ini hingga tuntas. ‘’Kedepankan aturan hukum dalam menangani aliran ini. Sebab ini sudah tidak bisa ditolelir lagi,’’ kata dia.

Sebagaimana diketahui, Direnkrim Polda Jabar menggerebek kegiatan aliran Surga Eden di Desa Pamengkang, Kec Mundu, Kab Cirebon, Jabar, Kamis (14/1) siang. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan AT (57) yang diduga sebagai pimpinan aliran ini. Tak hanya AT, polisi juga memboyong sejumlah anggota aliran ini ke Mapolda Jabar untuk menjalani pemeriksaan. "Mereka masih menjalani pemeriksaan,’’ kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Dade Achmad, kepada para wartawan.

Dalam pemeriksaan awal, kata Dade, polisi masih menetapkan AT dan anggotanya sebagai saksi. Namun tak tertutup kemungkinan status tersebut ditingkatkan menjadi tersangka. Untuk menetapkan AT dan anggotanya sebagai tersangka, cetus dia, polisi terus melakukan pemeriksaan baik terhadap AT dan anggotanya maupun saksi-saksi lainnya. "Kalau cukup bukti dia bisa dijerat dengan pasal penodaan agama,’’ tutur dia.

Dade mengimbau masyarakat disekitar rumah milik AT menahan diri dalam menyikapi kasus tersebut. Ia meminta masyarakat menyerahkan proses hukum kasus tersebut kepada pihak kepolisian. "Kami imbau jangan main hakim sendiri. Kita selesaikan masalah ini sesuai aturan hukum yang berlaku,’’ kata dia menandaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA