Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Kenapa Jepang dan AS Pilih ASEAN Sebagai Pusat Produksi Halal?

Senin 24 Feb 2014 09:16 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Muhammad Hafil

Pameran Indonesia International Halal Expo (Indhex) 2013 di Jakarta.

Pameran Indonesia International Halal Expo (Indhex) 2013 di Jakarta.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Produsen makanan Jepang dan Amerika Serikat seperti Ajinomoto dan Kellogg akan beralih ke Asia Tenggara sebagai pusat lokasi produksi makanan halal. Keduanya mulai membangun fasilitas di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan makanan muslim yang halal.

Perusahaan raksasa makanan Jepadang dan Amerika memandang asia Tenggara sebagai lokasi menarik untuk memproduksi makanan halal ini. Selain faktor jumlah pencucuk muslim yang sangat pesar, bahan baku juga sudah tersedia di negara ini.

"Kami akan menjadikan Asia Tenggara sebagai dasar untuk memasuki pasar halal," ujar Etsuhiro Takato, General Manager Ajinomoto, seperti dikutip Nikkei, Senin (24/2).

Produsen jepang lainnya juga telah berkembang di Asia Tenggara. Kewpie membuka pabrik bersertifikat halal di Malaysia pada 2010. Dalam waktu dekat juga berencana untuk memproduksi mayones dan sandwich di Indonesia. Prodesen makanan beku Nichirei juga telah menerima sertifikat halal untuk pabriknya di Thailand pada 2010.

Kellogg, perusahaan Amerika yang terkenal dengan produk serealnya juga berencana berinvestasi 13 miliar Yen untuk membuat pabrik makanan ringan di Malaysia. Produsen cokelat AS Hershey juga berencana membuat pabrik baru di Johor, Malaysia dengan investasi 25 miliar yen.

Rencananya, pabrik ini akan mengekspor produknya ke 25 negara, termasuk Asia. Jumlah muslim diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar saat ini menjadi 2,2 miliar pada 2030. Faktor ini menjadi salah satu hal menarik bagi perusahaan makanan. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Halal di Malasysia, pasar global untuk makanan halal mencapai

622 miliar Yen, atau 622 miliar Dolar pada tahun 2010. Pada tahun 2015, nilainya akan meningkat sebesar 700 miliar Yen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA