Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Muslim Pantai Gading Mendamba Hidup Damai (2-habis)

Rabu 19 Feb 2014 13:32 WIB

Red: Chairul Akhmad

Muslim di Pantai Gading.

Muslim di Pantai Gading.

Foto: AP/Rebecca Blackwell

Oleh: Afriza Hanifa

Presiden Muslim

Sayangnya, kondisi Muslim di Pantai Gading tak selalu bahagia. Konflik agama masih kerap melanda negara bersimbol gading gajah tersebut.

Dalam tatanan wilayah, terjadi pemisahan wilayah antara Kristen dan Islam. Muslimin tinggal di bagian utara dan Kristiani di selatan. Pada masa pemerintahan Henri Konan Bedie, warga Muslim di utara menjadi warga kelas dua yang tak mendapat pelayanan sama.

Ketidakharmonisan antara dua agama ini pun makin menjadi pada pemilu terakhir. Pasalnya, jumlah imigran Muslim dianggap banyak memengaruhi hasil pemilu sehingga calon presiden yang beragama Islam unggul dalam pemilu tersebut.

Kericuhan pemilu berujung pada pecahnya perang saudara. Hanya sepekan, pada April 2011, 800 orang terbunuh. Selama konflik berlangsung, sedikitnya 3.000 orang tewas. Pada Maret 2011 PBB mencatat sekitar satu juta orang mengungsi.

Pemilihan presiden yang menyebabkan konflik itu terjadi pada 28 November 2010. Dewan Konstitusi mendukung presiden incumbent Laurent Gbagbo sebagai presiden terpilih dengan 51,45 persen suara, sedangkan Komisi Pemilihan Umum menyatakan Hassan Ouattara menjadi pemenang pemilu dengan 54,10 persen suara.

Presiden Gbagbo menolak hasil yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum dan enggan turun dari jabatan. Ia bersikeras memenangi pemilu karena didukung parlemen. Hal ini kemudian memicu pecahnya konflik antara pendukung Gbagbo yang Kristen dengan pendukung Outtara yang Muslim. Sengketa agama yang sejak lama ada kembali berkobar.

Amerika Serikat, PBB, dan Dewan Keamanan PBB telah mengakui Hassan Outtara sebagai pemenang. Pada April 2011 Presiden Gbagbo ditangkap, sedangkan Outtara tampil sebagai pemimpin Pantai Gading.

Ingin seperti Indonesia

Sebagai negara Muslim terbesar yang minim konflik, Indonesia tentu menjadi contoh dan teladan bagi negara Islam lain. Pantai Gading salah satunya. Tokoh Muslim Pantai Gading Dr Diaby Musthapa pernah berkunjung ke Indonesia pada 2006. Ia mengaku kagum pada Indonesia dengan kehidupan beragama yang damai.

“Saya datang untuk melihat Islam di Indonesia yang sangat baik dalam komitmen keislaman, akhlak, dan pendidikan. Banyak organisasi Islam, tetapi relatif tidak ada konflik,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Antara.

Ia mengatakan, Pantai Gading memiliki penduduk Muslim yang besarnya hampir sama dengan Indonesia. “Sebanyak 65 persen dari total 35 juta penduduk kami adalah Muslim,” kata Musthapa.

Namun, tak seperti Indonesia, konflik agama masih terus merundung negaranya. Karena itu, ia sangat berharap Pantai Gading dapat meniru kedamaian Muslimin Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA