Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Ini Pemimpin Eropa yang Membuat Islamofobia Kian Subur

Rabu 11 Juni 2014 17:51 WIB

Rep: Elba Damhuri/ Red: Mansyur Faqih

David Cameron

David Cameron

Foto: reuters

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Banyak faktor yang menyebabkan munculnya Islamofobia di Eropa belakangan ini. Salah satunya, kata Sara R Farris, asisten Professor Sosiologi di Universitas London, sikap dan tingkah pemimpin Eropa.

Pemimpin konservatif Inggris David Cameron, mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan mantan perdana menteri Italia Silvio Berlusconi disebut Sara sebagai pemimpin Eropa yang ikut mendorong gerakan anti-Islam. Sikap politik dan seruan agar kembali ke akar agama mereka ikut mendorong lahirnya kebencian kepada Muslim.

"Seruan-seruan itu telah menyuburkan sentimen anti-Muslim di seluruh Eropa, tidak hanya dari kaum kanan, tetapi juga liberal dan kiri," kata Sara seperti dikutip Aljazeera, Rabu (11/6).

Cameroon, Sarkozy, dan Berlusconi kerap membuat kebijakan yang menyisihkan kaum minoritas dan imigran. Sikap politik mereka, kata Sara, cenderung menyudutkan keberadaan kaum minoritas termasuk Islam dan Yahudi.

Jika selama ini kaum imigran selalu mendapat diskriminasi di Eropa, jelas dia, kini Islam menjadi sasaran berikutnya. Islam digambarkan sebagai bagian buruk lainnya yang hidup di Eropa saat ini.

Semua ini terjadi, menurut Sarah, bukan hanya disebabkan oleh kampanye dan propaganda kaum kiri selama 10 tahun terakhir ini. Tapi, juga akibat sumbangsih kaum konservatif, liberal, dan sayap kiri politik di Eropa.

"Kondisi ini makin subur setelah Eropa masih gagal bangkit dari krisis ekonomi," kata Sara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES