Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Football, Aktivitas Penyeimbang Muslim AS

Senin 22 Oct 2012 13:16 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Khalid Mohammed, pemain football di sebuah SMU di AS

Khalid Mohammed, pemain football di sebuah SMU di AS

Foto: ONISLAM

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE -- Tidak mudah bagi pemain football Muslim menjalankan ajaran Islam ditengah gaya hidup AS. Keduanya sangat bertolak belakang.

"Tapi, ada cara ajaib untuk menangani itu," komentar Burden Adam, guru atlet football Muslim, Khalid Mohammed di Cleveland High School, Senin (22/10). Khalid merupakan satu contoh yang berhasil menemukan cara ajaib itu. 

Ketika berimigrasi dari Kenya ke AS pada Juli 2004, ia merasakan betul tantangan itu. Ia mengetahui akan menghadapi hal yang berbeda mengingat tempat tinggalnya yang baru adalah AS, negara dengan Musllim sebagai minoritas.

Fakta itulah yang membuat banyak anak-anak imigran merasa terkurung. Mereka mayoritas sulit mencari jalan keluar dari apa yang merasa rasakan. Beruntung bagi Khalid, ia berhasil menemukan caranya sendiri. Ia mulai bergabung ekstra kurikuler football di Cleveland High School.

Saat itu, pelatih tim football, Ronn Jackson menunjukanya untuk bergabung dengan tim pada masa orientasi siswa baru. Akantetapi, orang tua Khalid keberatan. "Kalau saja mereka katakan tidak. Maka saya tidak akan bermain," kata dia. Ternyata, Khalid sangat berbakat. Ia berhasil membawa timnya menjadi juara.

"Banyak anak-anak membutuhkan football atau olahraga lainnya untuk diakui," komentar Jackson.

Menjadi atlet football berprospek cerah, tidak membuat Khalid melupakan identitasnya.  Seperti diutarakan tadi, ada tips yang membuatnya mampu meyeimbangkan identitasnya sebagai Muslim dalam gaya hidup ala Amerika. Setiap hari, Khalid menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat lima waktu di sebuah ruangan yang tidak terpakai.

Ia percaya selalu ada waktu ketika ia harus melaksanakan kewajibannya sebagai Muslim, menjadi warga AS dan pemain football."Saya tidak ingin meyimpang dari agama. Saya tahu, tekanannya egitu besar. Sangat tipis, tapi anda jangan pernah menyentuh atau menyeberanginya," kata dia.









BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA