Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Patroli Anti-Imigran Ancam Muslim Kaukasia

Ahad 19 Agu 2012 10:15 WIB

Red: Didi Purwadi

 Umat Islam di Moscow melaksanakan shalat Ied dengan penjagaan ketat aparat keamanan Rusia.

Umat Islam di Moscow melaksanakan shalat Ied dengan penjagaan ketat aparat keamanan Rusia.

Foto: Mikhail Voskresensky/Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia membentuk patroli anti-imigran dari etnis Cossack untuk menangani isu-isu imigrasi dan menegakkan ketertiban di salah satu daerah selatan Rusia. Kehadiran patroli ini sungguh mengkhawatirkan karena etnis Cossack dikenal sangat membenci etnis Kaukasia yang rata-rata beragama Muslim.

''Apa yang Anda tidak bisa lakukan itu Cossack bisa lakukan,'' kata Aleksandr Tkachev, gubernur Krasnodar, seperti dikutip The New York Times. "Kami tidak punya cara lain. Kami akan memberantas itu dan menanamkan ketertiban. Kita akan menuntut dokumen dan menegakkan kebijakan migrasi."

Pada pertemuan dengan kepala polisi daerah, Tkachev mengumumkan pembentukan sebuah pasukan keamanan beranggotakan 1.000 relawan Cossack. Dengan anggaran tahunan lebih dari 20 juta dollar AS, kekuatan itu akan membantu polisi dalam menegakkan ketertiban umum di wilayah Krasnodar.

Cossack merupakan kelompok multi-etnis yang merupakan keturunan petani yang menjadi pasukan paramiliter yang melayani tsar. Pasukan patroli anti-imigran mendapat wewenang mengambil tindakan di luar apa yang polisi perbolehkan.

Tkachev menuding etnis Kaukasia sering kali berperilaku tidak sopan. Namun, tidak ada yang berani menegurnya.

''Mereka memutar musik mereka dengan volume tinggi. Mereka berperilaku sinis,'' kecam Tkachev seperti dikutip situs lokal yuga.ru. ''Kita semua menyadari bahwa tidak ada yang melawan mereka. Semua orang takut. Itu sebabnya Cossack hadir bersama polisi menegakkan hukum sehingga anda akan merasa lebih percaya diri."

Dia mengatakan bahwa migran dari Kaukasus Utara sering tidak disambut baik oleh etnis Rusia. Etnis Rusia menganggap mereka "orang luar".

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA