Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Sejarah Islam di Cape Town (3-habis)

Jumat 06 Jul 2012 20:52 WIB

Rep: Prima Restri Ludfiani/ Red: Chairul Akhmad

Karamat atau Makam Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Utara.

Karamat atau Makam Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Utara.

Foto: flickr.com

Tak sulit temukan masjid

Selain makam atau karamat para penyebar agama Islam, di Cape Town juga terdapat beberapa masjid. Salah satunya adalah Masjid Auwal. Ini adalah masjid tertua dan menjadi kebanggaan Afrika Selatan.

Masjid ini didirikan pada 1798 dan diimami oleh Imam Abdullah Kadi Abdus Salaam atau Tuan Guru. Dia adalah imam pertama masjid ini.

Masjid Auwal yang terletak di Dorp Street merupakan simbol perjuangan Muslim Cape Town untuk mendapat kebebasan beragama di negeri ini.

Ada pula Masjid Palm Tree. Didirikan pada 1820, inilah masjid kedua tertua di Bokaap, Cape Town. Masjid yang terletak di Long Street ini awalnya merupakan rumah yang dialihfungsikan menjadi masjid. Imam pertama masjid ini adalah Abdulgamiet van Bengalen.

Umat Islam di Cape Town juga memiliki Masjid Nurul Islam. Ini adalah masjid ketiga tertua yang didirikan pada 1844 oleh anak Tuan Guru, yakni Imam Abdul Rauf. Lokasi masjid ini tak terlalu jauh dari Masjid Auwal.

Masjid tua lainnya di Cape Town adalah Masjid Boorhanool Islam yang didirikan pada 1884. Berada di Jalan Longmarket, masjid ini awalnya memiliki menara yang terbuat dari kayu.

Namun, saat Cape Town diserang badai pada 1930 dan menghancurkannya, menara masjid ini akhirnya diganti dengan bangunan beton. Saat itu pula, seluruh bangunan masjid direnovasi dan ditetapkan sebagai monumen nasional.

Tak hanya masjid-masjid ini yang terdapat di Cape Town. Di kota ini juga terdapat sejumlah masjid kecil yang bisa ditemui di hampir setiap sudut kota. Jadi, sungguh tidak sulit menemukan masjid di Cape Town.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA