Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Masjidil Haram Dipugar, Pemondokan Haji Makin Jauh

Senin 14 May 2012 21:34 WIB

Rep: M Akbar Widjaya/ Red: Karta Raharja Ucu

Ribuan umat muslim beribadah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, dengan latar belakang proyek pembangunan perluasan Masjidil Haram, Selasa (4/10). Pemerintah Arab Saudi melakukan perluasan pelataran sebelah utara Masjidil Haram hingga 400 ribu meter yan

Ribuan umat muslim beribadah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, dengan latar belakang proyek pembangunan perluasan Masjidil Haram, Selasa (4/10). Pemerintah Arab Saudi melakukan perluasan pelataran sebelah utara Masjidil Haram hingga 400 ribu meter yan

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Proyek perluasan Masjidil Haram dipastikan akan berdampak terhadap kondisi pemondokan jamaah haji. Hal ini karena sejumlah penginapan yang ada di sekitar Masjidil Haram telah dihancurkan pemerintah Arab Saudi.

“Pemondokan pasti bergeser lebih jauh, karena hotel di sekitar Masjidil Haram sudah dihancurkan,” kata Ketua Forum Komunikasi Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Qasim Shaleh kepada Republika, Jumat (11/5).

Qasim mengatakan, penghancuran penginapan di sekitar Masjidil Haram berarti akan membuat tempat pemondokan jamaah semakin jauh dari Kabah. Dijelaskan Qasim, apabila sebelumnya area yang disebut ring satu berjarak dalam radius tiga kilometer dari Kabah, kini 'ring satu', bisa saja berada di radius empat kilometer lebih dari Kabah.

Untuk itu, Qasim berharap, Pemerintah Indonesia benar-benar memperhatikan hal ini. “Jangan sampai pengalaman pemondokan jauh seperti tahun sebelumnya terjadi di tahun ini,” kata Qasim.

Mengantisipasi permasalahan semakin jauhnya pemondokan ke Kabah, Qasim mengatakan pemerintah harus bergerak cepat menghubungi penginapan-penginapan di sekitar Masjidil Haram. Semakin cepat pemerintah mengontak para pemilik pemondokan, maka posisi tawar pemerintah akan jauh lebih baik. Artinya, pemerintah bisa mendapatkan lokasi pemondokan yang baik dengan biaya sewa bersaing. “Mudah-mudahan diplomasi Kemenag (Kementerian Agama) berhasil mendapat pemondokan yang dekat dan terjangkau,” harap Qasim.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, Cepi Supriyatna, menyatakan, pemugaran Masjid Haram membuat harga sewa penginapan di Makkah naik. Jika pada 2011 lalu rata-rata harga rumah di Mekah mencapai 3.700 real, diperkirakan tahun 2012 akan naik menjadi 4.300 real. “Kenaikan hanya di Makkah, rumah di Madinah tidak ada kenaikkan harga masih sekitar 650 real,” ujar Cepi.

Menurut Cepi, terdapat 1.700 rumah yang dipugar di Makkah. Selain karena pemugaran, naiknya harga penginapan juga karena ada penyesuaian harga penginapan di negara lain. Pemerintah, kata Cepi, mengusahakan pemondokan jamaah haji Indonesia dekat dengan Masjidil Haram. Pada 2012 ini diharapkan jarak pondokan dengan Masjidil haram tidak lebih dari 2.500 meter.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA